RADAR JOGJA – Yel-yel menarik dihadirkan saat laga ketiga antara SMA Bopkri 1 Jogja melawan SMAN 2 Ngaglik. Kalimat yang terus dikumandangkan adalah Sekolah Ndeso Yo Ben (sekolah ada di desa tidak apa-apa).

Kalimat tersebut diteriakkan suporter SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya) sebagai penyemangat. Bahwa walaupun sekolah mereka ada di pelosok utara Jogjakarta, tetap bisa bersaing dengan sekolah lain.

Koordinator suporter SMAN 2 Ngaglik Syafara Ananda Ramadhan mengatakan kalimat tersebut sudah menjadi yel-yel yang mengakar di Padmawidya. ‘’Setiap ada pertandingan apapun, pasti kalimat itu yang kami tekankan,’’ ujar Rama, sapaan Syafara.

Rama menceritakan sejarah yel Sekolah Ndeso Yo Ben. Kalimat tersebut ditegaskan alumni agar jangan minder dengan sekolah lain yang ada di Kota Jogja.

Siswa yang duduk di kelas XII tersebut menganggap kalimat tersebut pas untuk memotivasi teman-temannya saat ikut Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2019. Tidak akan pernah diganti.

“Kami percaya kalimat tersebut memberikan berkah. Sehingga tetap tertanam sebagai semboyan kami dan harus dinyanyikan ketika mendukung tim,’’ tegas Rama.

Tadi malam, Rama mengoordinasi teman-temannya untuk menyemangati tim basket putri SMAN 2 Ngaglik berlaga. “Selaku koordinator suporter saya tetap harus mengoordinasi teman-teman untuk tetap semangat mendukung tim basket yang bertanding,’’ ujar Rama.

Semangat suporternya membuahkan hasil manis. Tim basket putri SMAN 2 Ngaglik memenangkan laga melawan SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) dengan skor meyakinkan 21-16. (*/iwa/rg)

Jogja Sport