RADAR JOGJA – Persaingan menuju juara umum Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV makin ketat. Kontingen Kota Jogja, yang sebelumnya memimpin, untuk sementara diambil alih kontingen Sleman. Hingga kemarin sore (13/10) pukul 20.50, kontingen Sleman sudah meraih 109 medali emas. Unggul dua medali emas dari Kota Jogja.

Perolehan emas Sleman, di antaranya berkat menjadi juara umum dalam cabang olahraga (cabor) pencak silat. Dalam partai final kemarin, tim Sleman tampil sangat gemilang dengan menggondol lima emas pada pertandingan yang digelar Graha Wana Bhakti Yasa kompleks GOR Amongrogo, Minggu (13/10).

Kelima emas tersebut dipersembahkan oleh Galang Tri di kelas B putra 57 kg, Dian Permatasari kelas B putri 58 kg, Muh Syamsurrijal kelas C putra 59 kg, Raiyan Achmad kelas E putra 63 kg, dan Nanang Fahmi kelas I putra 67 kg. Nah, secara keseluruhan, kontingen Sleman mengumpulkan tujuh emas, enam perak, 10 perunggu.

Urutan kedua ditempati kontingen Bantul dengan lima emas, delapan perak, dan tujuh perunggu. Sementara tuan rumah Kota Jogja harus puas berada di posisi ketiga dengan empat emas dan lima perunggu.

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia Sleman Hadi Hargana mengaku bersyukur dengan prestasi yang ditorehkan tim Sleman. Hadi cukup mengapresiasi kerja keras yang dilakukan timnya. “Saya sangat senang Sleman bisa menjadi juara umum,” ujarnya.

Emas untuk Sleman lainnya dipersembahkan tim futsal puteri.Itu setelah mereka tampil sangat apik menyingkirkan lawan-lawannya sepanjang babak penyisihan yang digelar di GOR Amongrogo pada 8 hingga 13 Oktober.

Dalam partai final kemarin, tim Sembada putri meraih medali emas setelah sukses mengalahkan Gunungkidul dengan skor telak 4-0. Sedangkan medali perunggu cabor futsal putri diraih oleh tuan rumah Kota Jogja. Pelatih tim futsal putri Sleman Hajarul Susanto mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu memenuhi target meraih medali emas di Porda kali ini. Kendati sukses membekuk Gunungkidul, Hajarul menyebut pertandingan berjalan sangat ketat. “Seperti yang saya prediksi sebelumnya, lawan terberat yakni Gunungkidul,” bebernya.

Pelatih futsal putri Gunungkidul Fajarudin mengatakan gol pertama membuat pemain anak asuhnya hilang fokus. “Gol pertama terjadi akibat blunder jadi mental pemain drop. Namun saya tetap apresiasi perjuangan pemain, karena dari awal memang target kami minimal medali perak,” ujar Fajarul.

Sementara itu, tim futsal putra Bantul berhasil meraih emas seusai menundukkan Kota Jogja dengan skor 4-1. Sedangkan medali perunggu disabet Sleman. (cr18/pra)

Jogja Sport