SLEMAN – Tim Rugby Pra-PON DIJ mendapatkan pengalaman berharga saat menghadapi tim nasional Rugby Sevens dan juga tim Pra-PON DKI Jakarta. Laga uji tanding tersebut dilaksanakan di Stadion Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) Jumat (19/7).

Di laga tersebut tim Pra-PON Rugby DIJ baik yang putra maupun putri memang selalu kalah saat menghadapi timnas. Namun, hasil di laga itu tak terlalu dianggap penting bagi tim Pra-PON Rugby DIJ. “Ya kami bisa mengukur kemampuan kami, dan saya lihat perlawanan anak-anak cukup bagus,” kata pelatih tim putra dan putri Pra-PON Rugby DIJ Mahfuddin kepada Radar Jogja.

Ajang Pra-PON Rugby sendiri akan berlangsung di Bali pada akhir Agustus mendatang. Melihat peta kekuatan rugby saat ini, Mahfuddin menyebut DIJ punya kans bagus bahkan untuk merebut posisi kedua di ajang tersebut. Menurutnya, hanya DKI Jakarta saja yang saat ini sangat sulit untuk dikalahkan di ajang Pra-PON nanti. “Kalau DKI kan sudah berkembang lama olahraga ini,’’ ujarnya.

Manajer Tim Nasional Rugby Sevens Doedi Gambiro menyatakan sejak beberapa bulan terakhir timnas memang melakukan pemusatan latihan di Pantai Parangtritis, Bantul. Mereka menggenjot fisik di gumuk pasir demi menghadapi Kejuaraan Asia pada awal Agustus dan SEA Games pada Oktober mendatang.

Doedi menyebut seharusnya timnas melakukan uji coba keluar negeri. Namun, karena keterbatasan dana mereka hanya bisa melakukan laga uji coba di dalam negeri saja. “Kalau di luar negeri kan para pemain bisa lebih terasah terutama soal mentalnya,” ujar Doedi.

Doedi juga menyatakan bahwa skuad timnas ini belum final. Pihaknya masih membuka kemungkinan untuk merekrut para pemain baru untuk membela merah putih. “Ya masih kami lihat, kalau ada yang potensial kami akan ambil,” tegasnya.

Selain itu Doedi juga menyatakan olahraga rugby saat ini terus berkembang di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Namun, dia juga mendorong pihak-pihak terkait terutama para pengurus besar ataupun pengurus daerah untuk menyelenggarakan kompetisi rugby secara reguler. “Kalau di tiap provinsi sudah ada kompetisi, tim nasionalnya jadi kuat,” tandasnya. (cr12/din/by)

Jogja Sport