JOGJA – Kualitas lapangan Yogyakarta Independent School (YIS) ternyata menarik minat sejumlah klub Liga 1 untuk melakukan pemusatan latihan di Jogjakarta. Kali ini, klub asal Banjarmasin, Barito Putra, yang melakukan pemusatan latihan di Lapangan YIS.

Sebanyak 30 pemain Laskar Antasari -julukan Barito Putra- diusung ke Jogjakarta untuk menjalani pemusatan latihan sebelum mengarungi Liga 1 Indonesia yang rencananya bergulir 5 Mei mendatang. Skuad asuhan Jaksen F Tiago ini akan berada di Jogjakarta hingga 21 April.

Jaksen menilai Jogjakarta memiliki tempat representatif untuk menggelar pemusatan latihan. Tidak hanya itu, timnya pun akan lebih mudah mendapatkan lawan untuk uji coba. “Kami pernah melakukan TC di sini sebelumnya. Kami kembali untuk persiapan Liga 1,” katanya.

Memang bukan rahasia lagi YIS menjadi lapangan yang kerap menjadi rujukan untuk latihan bila tengah berada di Jogjakarta. Sebut saja Madura United, Borneo FC, Kalteng Putera, dan Persebaya pernah menggunakan lapangan yang berada di Sleman ini.

Bahkan di musim saat ber-home base di Stadion Sultan Agung, PS Tira menggunakan Lapangan YIS sebagai markas untuk latihan. Selain itu, klub PSS Sleman pun kerap menggunakan Lapangan YIS.

Selain lapangan YIS, Jogjakarta juga memiliki tempat representatif untuk menggelar latihan. Salah satunya Lapangan UNY. Bahkan, Lapangan UNY menjadi langganan pemusatan latihan Tim Nasional Garuda Muda di bawah asuhan Indra Syafri.

Sementara itu, arsitek yang membangun lapangan YIS Supomo Hariyanto mengaku, awalnya cukup terkejut dengan apresiasi dari sejumlah klub yang tertarik menggunakan lapangan buatannya. Diakui, awal pembuatan lapangan itu dari sebuah insiden. “Niatnya mau ambil bola golf, malah diminta membangun lapangan sepak bola oleh seseorang. Maka jadilah lapangab YIS,” kenangnya.

Dijelaskan, lapangan YIS menggunakan rumput jenis evergreen. Sebenarnya, rumput itu biasa digunakan untuk lapangan golf. Meski tak sekuat rumput jenis Zoysia matrella linmer, seperti yang ada di Maguwoharjo dan SSA, rumput tersebut memiliki keunggulan mampu melakukan recovery secara cepat.

“Memang evergreen mudah tercerabut, tapi recovery rumput cepat. Jadi mudah hijau kembali,” kata pria yang memiliki keahlian membangun lapangan golf ini. (bhn/laz/mg2)

Jogja Sport