Puluhan orang memenuhi atrium Sleman City Hall (SCH) Minggu siang (6/1). Mereka menuntut untuk bisa bertemu Soekeno, direktur PT Garuda Mitra Sejati yang juga CEO PT PSS Sleman.

Namun karena Soekeno saat itu tidak ada, Daniel Budiono selaku General Manager SCH yang menemui mereka. “Mereka menuntut transparansi, tapi yang dimaksud seperti apa, saya juga tidak tahu,” kata Daniel.

Dari puluhan orang itu tidak ada yang mau dimintai keterangan, termasuk mewakili organisasi apa dan apa tuntutan yang disuarakan apa. Setelah bertemu dengan Daniel, mereka lalu membubarkan diri. Sejumlah spanduk yang dibawa, ditinggal dengan cara dipasang di pagar atrium.

Tak lama setelah “pendemo” itu pergi dari SCH, Soekeno hadir di atrium. Saat ditemui awak media, ia mengaku tidak ada yang meminta untuk bertemu. “Kalau soal transparansi, saya kira tidak ada yang ditutup-tutupi. Kami terbuka. Maka dari itu, saya juga pengin ketemu dengan suporter, mereka memiliki aspirasi apa,” kata Soekeno.

Ia juga heran mengapa yang didatangi SCH, bukan kantor PT PSS Sleman yang berada di Stadion Maguwoharjo. Aksi yang dilakukan ini tak lama menjelang penetapan Retno Sukmawati, istri almarhum Supardjiono sebagai manajer PSS Sleman.

Soekeno pun menegaskan, pemilihan Retno sebagai manajer tidak lain karena melihat kapabilitasnya. “Ini sebagai upaya agar PSS Sleman bisa maju. Saya kira 95 persen menanggapi positif terkait penunjukan ini,” jelasnya.

Selain Retno, Sukeno juga mengakui memang sedang terjadi perombakan cukup besar di PSS Sleman. Rencananya, Minggu (6/1) semua jajaran di PSS telah resmi bekerja. Salah satu yang menjadi sorotan adalah masuknya Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah dalam jajaran komisaris di PT PSS Sleman.

“Kalau Gus Miftah ini sudah lama saya bujuk untuk ikut bantu,” jelasnya. Gus Miftah yang kebetulan sedang jalan-jalan dengan anak dan istrinya di SCH, juga sempat menemui awak media. Ia menjelaskan, salah satu yang menjadi fokusnya adalah membenahi sumber daya manusia (SDM) dalam manajemen. “Terutama dalam rangka menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportivitas,” tandasnya. (cr10/laz/fn)

Jogja Sport