JOGJA – Setelah sepakat dengan 20 pemain, pelatih PSIM Jogja bisa sedikit bernafas lega. Setidaknya kerangka tim untuk Liga 2 (Divisi Utama) sudah terbentuk. Tinggal melengkapi dengan satu-dua pemain untuk membuat komposisi tim semakin lengkap. Beberapa pemain yang masih ditunggu yaitu Said Marjan, Awaludin dan Edo Dwi Nurcahyo.

Dua nama terakhir dinilai mengalami penurunan performa. Bahkan, selama masa seleksi, keduanya belum menunjukkan penampilan terbaiknya yang diinginkan pelatih. Sementara Said masih dalam proses negosiasi nilai kontrak dengan manajemen. “Untuk keduanya kami pantau dan beri waktu sepekan lagi. Kalau tidak sesuai harapan dengan terpaksa kami pulangkan,” ujar pelatih PSIM Erwan Hendarwanto, kemarin (6/2).

Pelatih yang membawa PSIM lolos 16 besar ISC-B itu menilai, sejak pertama seleksi, keduanya belum sesuai ekspektasi. Padahal keduanya merupakan bagian dari tim saat PSIM Jogja yang turun di Indonesia Soccer Championship (ISC) B musim 2016 lalu. Lebih spesifik, Awaludin beberapa kali absen dari latihan dalam tiga pekan ini.

Sementara Edo justru kemampuanya di bawah pemain perkumpulan atau dari luar DIJ. “Masih kami pantau dan memang belum kami rekomendasikan ke manajemen. Dalam beberapa hari akan ada pemain baru yang akan kami seleksi. Kalau kalah bersaing terpaksa kami coret,” tambah pelatih asal Magelang itu.

Erwan mengaku, meskipun telah memasuki program latihan, tetap akan melakukan seleksi pemain. Terutama untuk beberapa posisi yang menurutnya belum aman. Diantaranya untuk pos bek kanan dan ujung tombak. “Kepergian Riskal Susanto meninggalkan lubang dan kami belum ada penggantinya. Sementara striker kami ingin memiliki yang bertipe finishing dan targetman,” bebernya.

Di sektor lini depan, PSIM baru memiliki Engkus Kuswaha dan Purwanto. Engkus sudah berada di mess PSIM sejak Minggu kemarin. Kehadirannya juga disusul merapatnya sayap kanan pengalaman asal klub rival Dicky Prayoga. Pemain yang musim lalu membela PSS Sleman itu juga sudah berada di mess pemain. (riz/din/mg2)

Jogja Sport