JOGJA – PSIM Jogja mulai melakukan adaptasi dengan berlatih pada malam hari, Kamis (10/11). Sebab saat melakoni laga away melawan PSCS Cilacap, Sabtu (12/11) pertandingan akan digelar malam hari. Hal itu agar Sunni Hizbullah dkk bisa terbiasa dengan kondisi bermain malam hari.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan latihan dilakukan di Stadion Sultan Agung Bantul yang memiliki lampu penerangan. Sementara fokus latihan salah satunya memperbaiki koordinasi lini belakang. Hal itu agar lebih rapi dan tidak panik saat ditekan lawan. “Kami berharap tidak ada lagi kesalahan di lini belakang, karena bisa sangat rawan. Termasuk gol Persiraja kemarin karena kecerobohan pemain sendiri,” katanya kepada wartawan, kemarin (10/11).

Erwan menilai, Persiraja tidak memberikan tekanan berarti pada pertahanan timnya. Namun kondisi fisik dan mental yang kurang baik saat itu membuat timnya hanya mampu meraih satu poin. Kegagalan laga kandang melawan Perssu Super Madura masih mempengaruhi fokus pemain. “Kami juga tiga pekan tidak bertanding, kondisi cuaca sangat panas. Terakumulasi jadi satu,” imbuhnya.

Namun sebelum bertolak ke Cilacap, Jumat (11/11) ini ia mengharapkan seluruh tim dalam kondisi siap. Baik secara fisik maupun mental. Menurutnya, peluang sekecil apapun harus dimaksimalkan dan berjuang sampai pertandingan berakhir. Mengenai jumlah skuad yang dibawa, ia berharap dapat membawa 18 pemain. Namun pastinya akan dilihat pada latihan terakhir nanti.

“Hanya Raimond yang belum fit. Cideranya kambuh saat lawan Persiraja kemarin. Kalau berangkatnya mungkin naik bus, lebih efisien namun memang dirasa lebih capek. Nanti pastinya kami koordinasikan lagi dengan manajemen,” ungkapnya.

Mengenai calon lawan PSIM, Erwan melihat PSCS berisi pemain-pemain senior yang berpengalaman. Sebagian besar mempunyai jam terbang di sepakbola nasional. Ia berharap mental pemainnya kembali pulih dan percaya diri seperti saat mengandalkan perlawanan mereka di pertemuan pertama 15 Oktober 2016 lalu.

“Mental pemain yang terpenting. Karena kalau teknik permainan bisa naik jika mentalitas sudah baik. Pengalaman kemarin, anak-anak mulai belajar untuk dewasa, sikapi semuanya dengan bijak, saya kira motivasi kami harus baik karena ini penentu buat kami,” bebernya. (riz/din/mg1)

Jogja Sport