RADAR JOGJA FILE
POTENSI: Pengkab Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Sleman termasuk salah satu yang aktif menggelar latihan di SMPN 2 Gamping.
JOGJA-Pembinaan dan komitmen untuk mencetak atlet berprestasi terus dilakukan pengurus daerah cabang olahraga di DIJ. Seperti halnya Pengda Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) DIJ, yang juga mempersiapkan para atlet terbaiknya untuk berlaga di PON 2016 mendatang.
Wasekum Pengda IKASI DIJ Krisnawan Indrianto mengatakan, masih butuh perjuangan bagi IKASI untuk mensosialisasikan olahraga anggar. Demikian halnya dalam membina dan mencetak atlet berprestasi, dikarenakan belum banyak masyarakat yang mengenal olahraga ini secara dekat. “Pengkab IKASI Gunungkidul saja baru terbentuk, ini mengapa perlu sosialisasi lebih. Salah satunya dengan menggelar kejuaraan di daerah,”ujarnya kemarin.
Meskipun begitu, Pengda IKASI tetap mengoptimalkan segala kemampuan untuk bisa meloloskan para atletnya sehingga bisa tampil di PON 2016. Tiket PON 2016 diperebutkan saat Par PON yang rencananya akan digelar pada September 2015 mendatang. Namun tempat dan waktu pastinya belum diumumkan.
Menurut Krisnawan, persiapan menjelang Pra PON sudah dilakukan. Namun dia mengaku, keterbatasan dana dan tempat, atlet-atlet yang akan direkrut untuk mengikuti Pra PON dititipkan atau dibimbing oleh empat pengkab dan satu pengkot yang ada.”Jadi latihan terpisah, masing-masing di bawah bimbingan pengkab atau pengkotnya,”ujarnya.
Dia realistis, sedapat mungkin atlet-atlet anggar masuk empat besar di Pra PON, sehingga dapat lolos ke PON 2016. Melihat peta kekuatan lawan yang ketat, tak dipungkiri, DIJ berada di zona merah. “Lawannya berat-berat, Sumatera selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI yang terberat. Tapi kami tetap optimistis bisa lolos PON,”ujar Krisnawan.(dya/din/ong)

Jogja Sport