SLEMAN – Tim PSS Sleman All Star akan menjalani laga eksibhisi dengan tim Liga Super Malaysia Sime Darby Kamis (21/5). Dalam laga tersebut direncanakan akan digelar sesi penghormatan bagi Erri Yunanto mahasiswa Universitas Atma Jaya yang meninggal di puncak Merapi.
Dalam laga tersebut skuad PSS All Star akan mengenakan pita hitam di lengan setiap hitam. Dalam dunia sepak bola, pita hitam dilengan pemain disimbolkan sebagai ungkapan bela sungkawa.
General Manager PSS Sleman Soekoco mengatakan, sebelum laga eksibhisi digelar dilakukan prosesi berdoa bersama bagi Erri Yunanto. Selama ini, Erri dikenal sebagai pendukung setia PSS Sleman. “Sudah sepantasnya kami memberikan penghormatan bagi fans. Dia adalah fans dari PSS,” kata Soekoco dalam keterangan persnya Selasa (19/5).
Sementara itu dalam laga yang akan berlangsung di Maguwoharjo International Stadium (MIS) ini, skuad PSS Sleman All Star telah menyiapkan 16 pemain. Dari jumlah itu, pemain yang diundang, seluruhnya sudah berkumpul di mess PSS Sleman yang terletak di MIS.
Mantan pemain Sleman yang dipercaya menjadi kapten dalam laga tersebut, Anang Hadi mengatakan, para pemain yang telah berkumpul sudah siap tempur untuk menghadapi lawan. Dia menjanjikan akan menampilkan tontonan yang menghibur bagi masyarakat yang hadi ke stadion. “Harapannya laga ini bisa mengobati kerinduan bagi para pemain yang menjalani sanksi. Kami akan mengeluarkan seluruh kemampuan kami,” kata Anang.
Dia menjelaskan, sebelum laga uji coba tercetus, sebagian pemain selama sepak sudah menjalani latihan bersama di Lapangan AAU. Setelah mendapatkan kepastian laga eksibisi untuk memperingatu HUT PSS Sleman tersebut terselenggara, sejumlah pemain eks PSS Sleman di musim sebelumnya diundang untuk mengikuti laga eksibhisi. “Yang tidak bisa bergabung Fachrudin. Karena dia harus menjalani persiapan pra musim bersama Sriwijaya FC,” terannya.
Pemain yang mendapatkan sanksi lima tahun tidak boleh berlaga di kompetisi professional ini mengatakan, menjelang laga baru 16 pemain yang menyatakan siap untuk mengikuti laga eksibisi. Meskipun ke depan, dia berharap ada penambahan pemain sehari sebelum laga eksibisi digelar.
Dia menyebut beberapa pemain yang sudah berkumpul dengan skuad PSS All Star untuk kiper ada nama Gratheohadi dan Riyono. Lini belakang akan diperkuat oleh Satrio, Gunawan, Nova Ariyanto, dan Waluyo. Di posisi tengah adaAnang Hadi, Agus Setiawan, Ridwan, dan Juan Revi. “Untuk lini depan kami mengundang Moniaga, Hermawan, Busari, dan Rasmoyo,” terangnya.
Sementara itu Panpel PSS Sleman Edyanto mengungkapkan keinginan manajemen untuk menggelar laga di malam hari. Namun sayang, hal tersebut terkendala oleh persoalan perizinan. Apalagi, pada 20 Mei, kepolisian masih mengantisipasi kabar adanya demo oleh berbagai elemen. “Sudah lama PSS tidak menggelar laga malam. Namun sepertinya untuk merealisasikannya akan sulit,” jelasnya.
Terkait tiket pertandingan, Ediyanto menyebut Panpel sudah mencetak 15.000 lembar tiket. Harga tiket bervariasi, untuk tribun Utara dan Selatan dibandrol Rp 15 ribu. Tribun merah Rp 25 ribu dan tribun biru seharga Rp 30 ribu. (bhn/din/ong)

Jogja Sport