RADAR JOGJA File
PEDULI : Rombongan dari KONI DIJ saat menyambangi kediaman atlet angkat berat DIJ Rimawati yang mengalami cedera akibat kecelakaan lalu lintas (31/3).
JOGJA-Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) DIJ mulai berbenah diri dan mengagendakan beberapa program baru. Itu dilakukan sebagai upaya menjalani komitmennya untuk mengukir prestasi dan menyukseskan olahraga angkat berat, binaraga dan angkat besi.
Ketua Umum Pengda PABBSI DIJ Cahya Alkantana tidak memungkiri, selama ini banyak atlet potensial Jogja yang belum mendapat perhatian dan wadah. Sehingga, tidak sedikit yang pada akhirnya dicomot dan memilih berprestasi di daerah lain. “Kami akan sangat bangga jika bisa membina dan mematangkan atlet daerah, dan tentu saja kita harus memperbanyak kegiatan keolahragaan,”ujarnya Minggu (17/5).
Fokus utama Pengda PABBSI DIJ yakni perihal pendidikan dan pembibitan atlet. Karena tidak mudah menelurkan atlet binaraga, angkat besi dan angkat berat dalam jangka satu atau dua tahun. Apalagi untuk pembibitan atlet wanita, yang memang saat ini jumlahnya sangat sedikit jika dibanding atlet laki-laki.
Atlet wanita andalan DIJ Rimawati misalnya, harus istirahat total akibat mengalami kecelakan beberapa waktu lalu. Atlet puslatda ini terpaksa tidak bisa bergabung dengan atlet puslatda lainnya seperti Rahman Widodo, Sugeng Purnomo, dan Bambang Sujatmiko yang sedang berlatih intensif menjelang Pra PON. “Rima memang satu-satunya atlet wanita puslatda DIJ, dan sayang sekali memang, tetapi kita berharap dapat menemukan bibit-bibit baru,”ujarnya.
Ketua Harian Pengda PABBSI DIJ Atok Suhartanto menambahkan, salah satu langkah kepengurusan yang baru yakni menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) PABBSI 2015. Kejuaraan ini tidak hanya sebagai ajang try out bagi para atlet menjelang Porda dan Pra PON, tapi juga sarana pembibitan.”Pada kejurda yang akan digelar pada 13-14 Juni nanti bisa kami lihat bibit-bibit atlet potensial, yang bisa kita jaring dan bina,”ujarnya.
Saat ini, kekuatan yang dimiliki PABBSI DIJ ada pada binaraga dan angkat besi. “Ini yang harus dipertahankan bahkan dikembangkan. Karena, daerah lain seperti Lampung, Kaltim, Jabar, dan DKI masih jadi pesaing terberat,”ujarnya.(dya/din/ong)

Jogja Sport