SLEMAN – Tampaknya tak terlalu sulit bagi PSS untuk mendapatkan referensi calon pelatih, setelah pelatihnya Herry Kiswanto terkena larangan aktif di sepak bola seumur hidup terkait skandal sepak bola gajah beberapa waktu lalu. Ya, begitu tersiar kabar PSS butuh pelatih, kontan langsung ada yang melamar.
Para pelamar juga banyaknya yang cukup punya nama. Mereka adalah Widyantoro, Fredy Muli, dan Arif Hidayat, Manajer PSS Haru Setiawan mengatakan, salah satu nama besar yang berminat menjadi gaffer Super Elang Jawa (Super Elja) adalah Widyantoro. Wiwid-panggilan akrabnya, bukan sosok asing bagi PSS. Pada musim 2011/2012 lalu, pria Magelang ini mem-besut Anang Hadi dkk kala mengarungi Divisi Uta-ma versi Liga Prima Sportindo (LPIS).”Salah satu yang melamar ini adalah Pak Wiwid. Tentunya beliau bukan sosok yang asing bagi Sleman, karena sekitar tiga musim lalu beliau pelatih di sini,” kata bendahara PSSI Kabupaten Sleman ini.
Meski tak terlalu berhasil kala melatih PSS, Wiwid termasuk salah satu pelatih yang dikenang. Itu lantaran kesuksesan-nya membuat Super Elja bermain cukup atraktif.Selain itu, kala membesut Persis Solo dua musim terakhir, pria berperawakan tegap ini boleh dibilang sangat sukses. Pada Divisi Utama 2015, Wiwid mam-pu membawa Laskar Sambernyawa melaju sampai babak Delapan Besar. Sayang di babak ini Persis ba-bak belur dan hanya menempati juru kunci Grup P.”Kalau dilihat dari track record, Pak Wiwid juga tak perlu diragukan. Dia pelatih muda yang cukup sukses,” tandas Haru.
Tapi, jalan Wiwid balik kucing ke PSS jelas tidak akan mudah. Sebab, ia bakal mendapatkan perlawanan ketat dari calon lain. Selain nama Wiwid, PSS juga mendapat lamaran dari pelatih kawakan Fredy Muli.Fredy adalah gaffer yang mampu membawa PSMS Medan menjadi runner up Divi Utama Ligina 2007. Saat itu Divisi Utama masih menjadi kompetisi kasta tertinggi karena Indonesian Super League (ISL) belum digulirkan.Satu pelatih lagi yang kurang terkenal namun me-miliki curriculum vitae (CV) cukup baik adalah Arif Hidayat. Saat menjadi pemain, Arif pernah mem-bela Arseto Solo. Pengalaman melatihnya juga cukup banyak, karena pernah menangani Persijatim Ja-karta Timur dan Boca Juniors Indonesia.
Menanggapi banjirnya lamaran pelatih, Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Soekeno mengatakan dirinya akan segera berunding dengan manajemen. “Pilih pelatih jelas tak boleh sembarangan. Karena out harus dirundingkan betul dengan manajemen,” jelasnya.Di bagian lain, pemain lama PSS yang tak mendapatkan hukuman mengaku belum dihubungi manajemen baru. Salah satunya Dicky Prayoga, pemain muda yang menimbulkan decak kagum karena penampilan hebatnya musim 2014 lalu. (nes/jko/ong)

Jogja Sport