KOMISI DISIPLIN PSSI sepertinya tidak akan mem-berikan hukuman susulan untuk PSS Sleman menyusul ulah oknum suporter mereka menewaskan suporter PSCS Cilacap di Jalan Laksda Adisutjipto Minggu (12/10) pekan lalu. Sebelumnya Komdis PSSI sudah memberikan hukuman laga kandang usiran bagi PSS ke Stadion Mashud Wisnu-saputra, Kuningan, Jawa Barat kala menjamu Pesiwa Wamena Sabtu (18/10) lalu.Karena itulah, Super Elang Jawa (Super Elja) hampur pasti dapat menjamu PSIS Semarang di Sleman Ming-gu (26/10). Sekretaris Panpel PSS Edyanto mengatakan saat ini berkas pengajuan izin sudah dimasukkan ke Polres Sleman. Kata Edi untuk izin pertandingan pihak kepolisian nampaknya sudah tak keberatan. Meskipun begitu, kata Edy pihaknya tidak lantas dapat bersuka cita. Pasalnya, Polres Sleman seolah masih enggan memberikan lampu hijau bagi PSS menggelar laga dengan penonton.
“Polres Sleman memang belum memberikan keputu-san final. Namun indikasinya mereka bakal memberikan izin buat kami menggelar laga. Namun untuk izin penon-ton ini yang saat ini belum ada lampu hijau,” jelasnya.Keengganan Polres Sleman memberikan izin laga dengan penonton ditengarai karena kasus penyerangan yang menwaskan suporter PSCS belum tuntas. Ada beberapa terduga pelaku yang masih buron.Intinya kata Edi, pihaknya tetap akan berusaha se-maksimal mungkin agar izin pertandingan dengan penonton terbit. Sebab, laga itu menjadi pertandingan kandang terakhir PSS di Divisi Utama 2014.
“Pertandingan Minggu nanti kan menjadi laga kandang terakhir di Divisi Utama 2014. Untuk itu laga ini berpo-tensi ramai. Makanya saya sangat berharap sekali pihak kepolisian menerbitkan izin laga,” jelasnya.Pertandingan usiran di Kuningan lawan Persiwa membuat PSS rugi ratusan juta rupiah. Untungnya, di laga itu PSS mendapatkan kemenangan gratis. Jika izin penonton tidak turun kemungkinan PSS akan menggelar laga lawan PSIS di Stadion Sasana Krida, Akademi Angkatan Udara (AAU). Sudah bukan rahasia kalau biaya sewa MIS memang sangat mahal. Untuk laga resmi yang digelar sore hari penyewa wajib merogoh kocek Rp 20 juta. (nes/din/ong)

Jogja Sport