Hari Ini Renang Piala Wali Kota Jogja Dimulai

SLEMAN-Kejuaraan renang Piala Wali Kota Jogja 2014 resmi dibuka di gelanggang renang Tirta Krida, Akademi Angkatan Udara (AAU) hari ini dan akan berlangsung hingga besok.
Seluruh klub renang DIJ akan ambil bagian dalam kejuaraan bergengsi ini.Total ada 13 klub dari Kabupaten Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Jogja. Total ada 54 klub renang yang ambil bagian. Mulai dari perkumpulan renang Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri) sampai dengan yang paling timur berasal dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Sayangnya, karena terkena aturan proses mutasi, ada tiga perenang DIJ yang berstatus Unattached. Status Unattached ini berarti si perenang turun di kejuaraan ini tanpa mewakili klub. Perenang ini juga tidak berhak mendapatkan medali sekalipun mampu finis di posisi tiga besar. Ketiga perenang tersebut adalah Valerie Pauline, Maestro dan Fahri. Ketua Umum (Ketum) Pengprov DIJ Maryanto mengatakan, ketiga perenang ini baru saja berpindah klub. Namun karena ada sebuah pengetatan regulasi soal perpindahan klub, ketiga perenang ini belum diperbolehkan turun mewakili klubnya.
“Jadi salah satu pasal di AD/ART PRSI menyebut seorang perenang yang pindah klub tak bisa langsung turun membela klubnya,” jelasnya. Jika si perenang membela klub di kota/kabupaten yang sama berarti dia harus menunggu tiga bulan. Bagi yang pindah ke kota/kabupaten lain tapi masih berada di provinsi yang sama, dia harus menunggu enam bulan. Kalau pindahnya antarprovinsi nah ini menunggunya satu tahun.
Valerie Pauline yang selama ini selalu dominan di renang putri DIJ baru saja pindah dari Tirta Taruna (TT) asal Kota Jogja ke Klub Alvita Bantul. Untuk itu Pauline membutuhkan waktu enam bulan untuk turun atas nama Alvita. “Seharusnya keberadaan Pauline bisa membantu salah satu klub dari DIJ merebut posisi di level atas perolehan medali. Namun tetap kami berpegang aturan yang berlaku,” imbuhnya.
Maryanto menambahkan karena ini merupakan ajang renang antar perkumpulan, klub-klub renang lah yang memperebutkan gelar juara umum. “Jadi yang rebutan gelar juara umum itu bukan daerah, tapi klub. Kan ini ajang antar perkumpulan,” terangnya,
Kejuaraan ini juga menjadi persiapan seluruh perkumpulan sebelum menghadapi ajang yang lebih besar, Kejuaraan Renang Antarperkumpulan Seluruh Indonesia (Krapsi) Desember mendatang. Kebetulan DIJ ditunjuk sebagai tuan rumah. “Kami jadi tuan rumah lagi setelah tahun 1986,” paparnya.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) berharap ajang ini bisa diadakan setiap tahun. Bahkan dia berharap kejuaraan ini masuk dalam agenda PB PRSI. (nes/din/ong)

Jogja Sport