SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA

AMANAT: Pelantikan Pengurus Olahraga Penyandang Disabilitas atau National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Provinsi DIJ di gedung KONI DIJ Sabtu (11/10).

JOGJA-National Paralympic Committee (NPC) DIJ resmi berganti nakhoda. Posisi ketua umum NPC DIJ yang sebe-lumnya dijabat Memed Lesmana, digantikan Hariyanto. Pelantikan kepengurusan NPC DIJ masa bakti 2014- 2019 dilakukan Sabtu (11/10) di Kantor KONI DIJ.Tugas berat langsung dihadapi para pengurus NPC DIJ yang baru ini. Salah satunya adalah separasi antara KONI DIJ dan NPC DIJ. Sesuai aturan International Paralympic Committee (IPC), NPC di seluruh negara harus terpisah dari National Olympic Committee (NOC) di negara tersebut. Untuk itu, jika dalam rakernas KONI Pusat, NPC resmi berpisah, NPC yang ada di daerah juga harus memisahkan diri dari KONI daerahnya.Kata Hariyanto, pemisahan ini memang bagus karena NPC bisa menjadi “KONI-nya” Paralimpian. Namun hal tersebut bisa menimbulkan masalah pada sistem pendanaan. Sebab dana APBD olahraga harus disalurkan melalui KONI daerah.
“Amanat UU Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) kan seperti itu. Nah ini bakal menimbulkan masalah sebab NPC sudah terpisah dari KONI sehingga yang kami takutkan kami tidak dapat menerima dana hibah olahraga. Karena itulah jika nantinya NPC dan KONI benar-benar berpisah harus ada solusi agar NPC tetap mendapatkan dana,” jelasnya,Selain soal pendanaan, keterikatan NPC dengan federasi cabang olahraga (cabor) juga bisa terputus. Pasalnya, federasi cabor baik di pusat maupun daerah tentunya bernaung di bawah KONI setempat. “Solusi untuk hal ini ya jelas, NPC dan KONI tidak dapat berpisah sepenuhnya. Tetap harus ada kerjasama agar federasi cabor yang ada di pusat maupun daerah bisa tetap iku membina atlet-atlet difabel,” tambahnya.Selain itu Hariyanto juga dihadapkan pada Pekerjaan Rumah (PR) memutar Pekan Paralympic Daerah (Peparda) DIJ yang seharusnya bergulir tahun ini. Memed Lesmana, selaku Mantan Ketum NPC DIJ mengatakan, tidak terse-lenggaranya Peparda 2014 diakibatkan seretnya dana olahraga tahun ini. “Saya berharap kepengurusan yang baru bisa menggelar Peparda. Sebab tanpa Peparda tentunya pembinaan paralimpian di DIJ bakal terhambat,” ungkapnya.Memed juga berharap di kepengurusan yang baru ini NPC DIJ bisa semakin maju. Pada Peparnas 2012 lalu, kontingen Paralimpian DIJ mampu menempati posisi 11 dengan raihan 10 emas. Ia berharap di Peparnas 2016 mendatang, prestasi DIJ bisa lebih baik lagi. (nes/din/jiong)

Jogja Sport