JOGJA – Tim sepak bola remaja DIJ sudah siap tem-pur dalam ajang Kualifikasi Pra PON Remaja yang akan berlangsung di pada tanggal 3-9 November mendatang. Dalam ajang ini tim remaja DIJ masuk ke wilayah III yang diisi tim-tim tangguh seperti Ban-ten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.Tempat dihelatnya laga ini sendiri belum ditentukan. Sebab, rangkaian laga di pra kualifikasi Pra PON Remaja akan digelar dengan format home tourna-ment. Setiap wilayahnya terdapat tuan rumah. Dengan demikian, semua peserta diperbolehkan mengajukan diri sebagai tuan rumah.Kualifikasi PON Remaja cabang olahraga (cabor) sepak bola terdiri dari enam wilayah. Dari total enam wilayah ini akan diambil 11 tim untuk ber-laga di ajang PON Remaja Jawa Timur (Jatim) akhir tahun ini.
Sayangnya, tim pra PON Remaja DIJ sangat mun-gkin batal berangkat ke kualifikasi PON Remaja. Pasalnya, organisasi yang berwenang mengirimkan atlet dan cabor pada ajang Pra PON remaja, KONI DIJ masih setengah hati memberangkatkan para pemain bola DIJ.Wakil Ketua II KONI DIJ Mansur MS mengatakan, karena keterbatasan dana, KONI DIJ harus melakukan pertimbangan matang sebelum memberangkatkan olahraga beregu, termasuk sepak bola. Pasalnya, dalam olahraga beregu, dana yang dibutuhkan sangat banyak. Celakanya, dengan atlet yang ba-nyak hanya satu medali yang bisa didapat.”Tentunya kami harus melakukan pertimbangan matang sebelum mengirimkan cabor yang sifatnya beregu. Karena beregu ini orangnya banyak med-alinya hanya satu. Jadi kalau tidak punya potensi medali ya buat apa,” jelasnya.Biaya yang dikeluarkan KONI DIJ untuk membe-rangkatkan tim sepak bola remaja DIJ di kualifikasi PON remaja bisa mencapai Rp. 90 juta. Tentunya akan sia-sia bila mengeluarkan uang sebanyak ini namun tim sepak bola remaja DIJ tidak bisa menunjuk-kan prestasi
Jika pun lolos dari kualifikasi PON remaja, tim sepak bola remaja DIJ belum tentu berangkat ke Jatim. Sebab, KONI DIJ memberikan syarat sepak bola harus mampu finis di peringkat satu wilayah.Sekretaris Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto mengatakan, pi-haknya sudah menyiapkan tim untuk Pra PON re-maja. Asprov PSSI DIJ bakal memberangkatkan 23 atlet dan tujuh ofisial. Merunut pada regulasi, seluruh pemain harus di bawah 17 tahun.Menurut pria yang akrab disapa Mbah Putih (MP) tersebut, di level usia U-17 DIJ masih lebih unggul dibanding lawan-lawan di Wilayah III.”Tentunya saya sangat berharap tim DIJ dikirim. Tapi itu semua berpulang pada KONI DIJ. Sebab me-reka yang memiliki otoritas,” sergahnya. (nes/din/ty)

Jogja Sport