Tim Pelatih PSIM Masih Sabar Tunggu Gaji Yang Tertunda
JOGJA – Belum digaji selama dua bulan, tak membuat tim pelatih PSIM putus asa menunggu. Seto Nurdiyantara sebagai pe-latih kepala tetap sabar menung-gu, sebab dia yakin Ketua Umum (Ketum) PSIM Jogja Haryadi Suyuti akan menepati janjinya untuk membayarkan gaji seba-gaimana yang dijanjikan diba-yarkan September ini.Sekadar mengingatkan, pada Hari Ulang Tahun (HUT) PSIM ke 85, 5 September lalu, Ketua Umum (Ketum) PSIM Jogja Ha-ryadi Suyuti berjanji untuk men-cairkan gaji pelatih Laskar Ma-taram dan para stafnya pada bulan September ini. Tapi, hingga pekan ketiga September, masih belum jelas kapan hak para juru taktik PSIM diberikan.
Saat ditanya kemarin (18/9), Pelatih PSIM di musim 2014 Seto Nurdiyantara mengatakan hingga saat ini ia dan para ba-wahannya belum menerima bayaran yang dijanjikan HS. Seto juga mengaku belum men-dengar selentingan soal waktu penyerahan gaji pada tim pelatih. “Sampai saat ini gaji belum kami terima. Kapan diberikannya juga belum tahu. Sampai sekarang saya dan tim pelatih lainnya ma-sih menunggu,” jelasnya.
Namun seperti yang diutara-kannya beberpaa pekan lalu, Seto mengaku tetap percaya pada janji HS memberikan hak-hak kepada tim pelatih Septem-ber ini. Apalagi, HS sudah ber-janji di depan para sesepuh Laskar Mataram saat berlang-sungnya HUT PSIM ke 85.Saat ditanya apa langkah yang akan dilakukan bila September ini tim pelatih belum digaji, Seto mengaku be-lum memikirkannya. Ia memilih menentukan langkah lanjutan jika sampai 30 September men-datang tim pelatih tak juga me-nerima hak-haknya.
“Saya belum bisa menentukan langkah apa-apa, karena sekarang saja belum tanggal 30 September. Jika nantinya tak ada realisasi pembayaran gaji pada bulan September, barulah tim pelatih bisa menentukan langkah ke depan,” jelasnya.Seto dan jajarannya sendiri belum menerima gaji selama dua bulan, Juli dan Agustus. Sebenarnya, jika mengacu pada laga terakhir PSIM di Divisi Utama yang jatuh pada 24 Agus-tus, seharusnya pemain dan pelatih masih menerima baya-ran pada 10 September. Tapi hal ini tak jadi perhatian, sebab HS mengatakan gaji pada para pe-main sudah lunas setelah baya-ran bulan Agustus diberikan.
Selain tunggakan gaji pelatih, PSIM juga masih memiliki dua utang pada pemain. Bonus seri tandang menghadapi PSBK Bli-tar belum dibayarkan. Pun de-mikian dengan uang bantuan sepatu yang tidak jelas kemana rimbanya.Menanggapi soal tertunggaknya gaji tim pelatih, Ketua Umum (Ketum) The Maident Hari San-toso mengaku masih berfikir positif kalau HS akan mene-pati janjinya. Namun jika sam-pai 30 September tak ada reali-sasi pembayaran gaji Seto dan jajarannya, Maident bakal me-layangkan surat protes.
Pria yang akrab disapa Soso ini mengatakan, ia dan akar rumput Maident sangat berharap Seto kembali melatih PSIM tahun depan. Untuk itu, HS wajib mem-bayarkan gaji Seto agar menan-tu sesepuh sepak bola DIJ Sub-ardi ini tidak berfikir mencari peruntungan di klub lain. “Kalau janji pembayaran gaji untuk Seto dan jajarannya di-blong, bukan tidak mungkin mas Seto pindah klub musim depan. Padahal kami dari Maident sangat menginginkan Mas Seto kembali melatih PSIM. Di tangannya PSIM menjadi tim tangguh meskipun dibela ba-nyak pemain kurang pengala-man,” jelasnya. (nes/jko/ty)

Jogja Sport