SLEMAN – Atlet berprestasi belum tentu sejahtera. Bukan hal rahasia jika sebagian atlet nasional yang pernah mengha-rumkan nama Indonesia justeru hidup di bawah garis kemiskinan. Itu menjadi “PR” pemerintah yang harus dicarikan formula-sinya, tak terkecuali di Sleman. Meski belum bisa menyejah-terakan para atlet secara harfiah, Pemkab Sleman konsisten mem-berikan bantuan maupun peng-hargaan berupa uang pembi-naan kepada atlet dan pelatih, khususnya yang berprestasi tingkat nasional. Hal ini disam-paikan di sela upacara Hari Olahraga Nasional XXXI di La-pangan Pemda, kemarin (17/9).
Sedikitnya 16 atlet dan 4 pela-tih berhak atas penghargaan tersebut. Bantuan diserahkan Sekda Sunartono. Ketua KONI Sleman Pramono berharap, peng-hargaan itu mampu memicu prestasi atlet dan pelatih lainnya. “Pembinaan olah raga memang perlu kebersamaan dan kepe-dulian dari pengambil kebijakan di Sleman,” ujarnya.
Demi sukses program pembi-naan olahraga, dibutuhkan ang-garan besar. Khususnya untuk menyelenggarakan even-even kompetisi, yang melibatkan at-let secara masal. “Tak sedikit biayanya. Tentu butuh sokong-an pemerintah, “katanya. Bagi atlet sendiri, untuk me-menuhi sarana latihan juga membutuhkan biaya. Karena itu Pramono mengimbau para atlet, pelatih, dan pengurus ca-bang olahraga, tetap semangat dalam setiap kegiatan, baik fisik maupun non-fisik. Keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan utama untuk tidak berprestasi.
Sunartono mengatakan, pem-binaan olahraga prestasi di dae-rah difokuskan pada salah satu cabang unggulan dan dilakukan secara serius, sistematis, dan terukur. “Mari membangun bu-daya dan prestasi olahraga di setiap turnamen dengan be-kerja keras, ” katanya saat mem-bacakan sambutan Menpora Roy Suryo. (yog/laz/ty)

Jogja Sport