BANTUL – Meskipun sudah terdegradasi ke Divisi Utama tahun depan, Persiba Bantul tetap berusaha tampil fight kala menjamu Persiba Balikpapan dalam laga pamungkas Indonesian Super League (ISL) 2014 di Stadion Sultan Agung (SSA) sore ini (5/9).Tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini ingin memberikan hadiah terakhir pada masyarakat Bantul.Sebelum menjalani laga melawan tim Beruang Madu-julukan Persiba Balikpapan- Laskar Sultan Agung memang sudah terlalu banyak membuat “menderita” para pendukungnya. Bayangkan saja, mereka sudah mengemas sembilan kekalahan berturut-turut. Posisi juru kunci Wilayah Timur sudah pasti mereka sandang musim ini.Asisten Pelatih Persiba Didik Listiyantara mengakui kalau dalam laga ini Persiba akan sulit meraih angka. Sebab, para pemain Persiba memang tidak memiliki motivasi. Apalagi Persiba selama pekan ini para pemain harus berlatih di lapangan lain lantaran tempat favorit mereka Stadion Sultan Agung (SSA) digunakan sebagai tempat penyelenggaraan babak 12 besar Divisi I.
“Paling kami baru bisa berlatih di SSA tadi pagi (kemarin pagi, Red).Selain itu mungkin anak-anak sudah tidak bermotivasi lantaran sudah dipastikan menghuni juru kunci wilayah timur,” jelas mantan pelatih Persewon Wondama dan Persis Solo ini.Persiba juga sedang menghadapi ancaman mogok dari salah satu bek andalannya George Oyedepo. Beberapa hari lalu, Oyedepo mengatakan sudah ogah bermain untuk Laskar Sultan Agung. Sejak bergabung Mei lalu pria Nigeria ini mengaku belum menerima gaji sepeser pun.Tetapi Didik mengatakan dalam latihan kemarin pagi Oyedepo juga ikut bergabung. Didik pun optimistis, pemain belakang bertunbuh jangkung ini bersedia mengawal jantung pertahanan Persiba. “Memang saya akui ada ancaman tidak mau main dari Oyedepo. Tetapi nyatanya kemarin pagi dia ikut latihan. Saya yakin besok (hari ini, Red) dia siap main menghadapi Persiba Balikpapan,” katanya.
Berbeda dengan Didik, pelatih Persiba Sajuri Said mengaku sudah pasrah dengan hasil Persiba dalam laga terakhir. Dia hanya berdoa agar Laskar Sultan Agung tidak menjadi bulan-bulanan Persiba Balikpapan.Satu hal yang menguntungkan Persiba adalah, motivasi dari para pemain Persiba Balikpapan. Sekalipun bertengger di peringkat lima Wilayah Timur, Persiba Balikpapan sudah tidak mungkin lolos ke babak 8 besar. Selain itu, tim asuhan Liestiadi ini juga tengah dilanda prahara telat gaji meskipun tidak separah Persiba. “Kalau maunya sih menang ya, tapi saya sudah pasrah. Persiapan kami menjelang laga lawan Balikpapan sangat mepet. Hampir tidak mungkin bisa maksimal. Tetapi yang menguntungkan kami lawan sangat mungkin tidak maksimal juga,” jelasnya.
Di kubu Persiba Balikpapan, pelatih Liestiadi mengakui jika timnya tidak berada dalam kondisi on jelang laga di Bantul. Pemain andalan sekaligus kapten mereka Patrice Nzekou absen karena akumulasi kartu.Tapi tanpa Nzekou, Liestiadi sangat yakin tim besutannya dapat meraih kemenangan. APalagi secara kualitas tim, Balikpapan jauh lebih baik dari Bantul. “Kami saja beberapa kali mengalahkan tim yang levelnya di atas Bantul. Masak sama Bantul nggak menang,” tegasnya. (nes/din)

Jogja Sport