JOGJA – Meskipun hanya berkompetisi sampai Agustus, manajemen PSIM Jogja masih memiliki tanggungan gaji satu bulan lagi kepada para pemain. Sebab, PSIM baru menyelesaikan kompetisi pada tanggal 23 Agustus yang notabene pada periode pembayaran gaji bulan September.Hal tersebut diutarakan kapten PSIM Topas Pamungkas via Blackberry Messenger (BBM) kemarin (3/9). Kata pria yang akrab disapa Tepo ini, keringat pemain yang sudah dikeluarkan dari tangga 11-23 Agustus seharusnya tetap dibayar pada 10 September mendatang.”Dalam kontrak memang para pemain digaji selama PSIM mengikuti kompetisi. Namun setelah tangga 10 Agustus kami kan masih bermain. Nah seharusnya 10 September mendatang kami masih terima bayaran,” sergah pria yang sebentar lagi menjadi seorang ayah ini.
Topas mengharapkan manajemen PSIM tidak melupakan satu tunggakan gaji ini. Terlebih lagi pemain sangat membutuhkan uang tambahan sebelum “menganggur” hingga dimulainya kompetisi musim 2015.Selain gaji September, hal-hal lain yang masih harus dibayarkan manajemen pada pemain ialah uang bantuan sepatu serta bonus seri tandang menghadapi PSBK Blitar. Sayangnya, sampai kemarin pun tunggakan-tunggakan ini belum jelas kapan dibayarkan.”Kami tentunya sangat berharap sekali gaji September ini terbayarkan. Tapi secara jujur saya sangat pesimistis lantaran saat ini pemain sudah hilang komunikasi dengan manajemen. Saya juga kurang yakin uang sepatu dan bonus tandang lawan PSBK terbayarkan,” jelasnya.
Meskipun berharap, tunggakan pada pemain dilunasi, Topas tetap meminta agar manajemen PSIM tetap memrioritaskan tunggakan gaji dua bulan kepada pelatih Seto Nurdiyantara dan para stafnya. Kata dia, jasa dari Seto dan jajarannya tidak boleh dilupakan mengingat mereka sudah berhasil membawa PSIM hampir menembus babak 16 besar Divisi Utama.”Intinya jika pembayarannya tersendat kami juga tak akan melakukan tuntutan secara frontal. Pasalnya kami sadar pelath juga belum gajian dua bulan. Gaji dari Mas Seto dkk tetap harus menjadi prioritas,” jelasnya.Menurut kabar yang beredar, sesuai perjanjian, para pemain PSIM seharusnya tidak menerima gaji September secara penuh. Sebab, setelah 10 AGustus, mereka hanya bekerja selama 13 hari lagi. Namun Topas membantah jika ada perjanjian seperti itu dengan manajemen.”Seharusnya kami tetap menerima gaji secara penuh,” ungkapnya.
Presiden Brajamusti Eko Satriyo Pringgodani berharap manajemen dan Ketua Umum (ketum) PSIM Haryadi Suyuti (HS) segera melunasi tunggakan pada pemain dan pelatih. Pasalnya, ini berkaitan dengan kepercayaan dari pemain dan pelatih terhadap PSIM di musim depan.Kata Eko jika tunggakan ini berlarut-larut bukan tidak mungkin pemain yang ingin direkrut atau dipertahankan berpikir dua kali merumput di Laskar Mataram. “Yang saya takutkan kepercayaan pemain dan pelatih. Boleh jadi para pemain berpikir dua kali saat ingin direkrut PSIM,” ucapnya. (nes/din)

Jogja Sport