ADITYA Hari Sasongko tampak semringah usai berpamitan dengan Bupati Bantul Sri Surya Widati di ruang kerjanya kemarin (2/9). Dia ditemani sejumlah pengurus Pengkab Pelti Bantul berpamitan dengan orang nomor satu di Bumi Projotamansari tersebut. Meski akan berjuang untuk menorehkan prestasi dalam pesta olahraga tingkat Asia, pemuda kelahiran 26 tahun lalu ini masih tampak rileks.Salah satu atlet kebanggaan warga Bantul ini nantinya akan bertolak ke Korea Selatan pada 14 September mendatang. Dia bergabung dengan kontingen Indonesia. Pada cabang tenis lapangan Asian Games 2014, Kontingen Indonesia memberangkatkan empat petenis pria. Salah satunya Aditya.Bagi Adit, sapaannya, tak mudah untuk menembus ketatnya proses seleksi. Apalagi kemudian terpilih mewakili Indonesia. Ada banyak petenis kelas wahid di Indonesia. Untungnya, proses seleksi ini tak hanya berdasar pada peringkat nasional. Tetapi juga mengacu pada prestasi terakhir di berbagai turnamen.
Pada turnamen terakhir, Adit berhasil mengandaskan perlawanan petenis peringkat dua nasional Wisnu Adi Nugroho di turnamen Sirkuit Nasional Pelti 2013. Mungkin inilah salah satu catatan yang berhasil mengantarkan Adit terpilih dan masuk dalam jajaran petenis terbaik Indonesia. “Di Sea Games 2011 meraih emas di kelas beregu,” tutur pemuda kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah ini.Di Asian Games 2014 nanti Adit tak mematok target muluk-muluk. Terpenting baginya adalah memperoleh medali. Ada banyak negara yang memiliki petenis unggulan dalam pesta olahraga empat tahunan ini. Di antaranya adalah tuan rumah Korea Selatan dan Jepang. Pada turnamen ini dia akan terjun di kelas single.
Adit mengaku rasa suka terhadap olahraga tenis lapangan mulai muncul saat masih duduk di bangku kelas III SD. Hobi itu muncul dari Suhari, ayahnya yang juga pecinta olahraga tenis. Kepindahannya ke Bantul pada 2004 tak menghalanginya untuk menyalurkan bakatnya. Sebab, di Bantul dia justru merasa mendapatkan tempatnya. Pembinaan yang dilakukan Pengkab Pelti Bantul membuatnya lebih terasah. “Semua ini bisa berjalan karena ada dukungan dari pemkab, terutama Pelti,” ucap pemuda yang mengidalokan Rafael Nadal ini.Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Adit jelang Asian Games XVII. Dia hanya rutin mengikuti training camp dan berbagai simulasi pertandingan. “Latihan jelas saya tingkatkan intensitasnya,” tuturnya. Bupati Bantul Sri Surya Widati berpesan agar Adit menjaga kebugaran dengan menerapkan pola hidup teratur. Dengan harapan petenis kebanggaan Bantul tersebut memeroleh hasil terbaik. “Ini prestasi yang mengesankan karena bisa mewakili Indonesia,” tuturnya. (*/ila)

Jogja Sport