SLEMAN – Dengan dalih menjaga kondisi pemain, tim pelatih PSS Sleman melarang para pemainnya ikut kompetisi antar kampung (tarkam). Tim pelatih khawatir dengan kebugaran para pemain.Alasannya, hanya lebih dari seminggu setelah Idul Fitri, tim berjuluk Super Elang Jawa ini akan berhadapan dengan PSIM Jogja dalam laga bertajuk Derby d’ Jogjakarta.Asisten pelatih PSS Sleman Edi Broto menyatakan, selain penuh gengsi, baik PSS maupun PSIM sama-sama tengah berjibaku memperebutkan tiket babak 16 besar. “Harus diingat pertandingan lawan PSIM ini penuh gengsi. Jadi saya ingin anak-anak benar-benar menjaga kondisi agar bisa fit dalam laga derby,” jelasnya,
Edi menegaskan jika sampai ada pemain yang etahuan ikut tarkam tim pelatih tak segan-segan memberikan sanksi. Sanksi tersebut bisa berupa skorsing larangan bermain dalam pertandingan. Tim pelatih tidak peduli, apakah pemain yang ikut tarkam ini andalan atau cadangan. “Yang penting jika sampain tarkan si pemain pasti kami sanksi,” jelasnya.Meskipun melarang pemainnya ikut tarkam, Edi tetap menyarankan anak asuhnya agar tetap berlatih bersama tim amatir tempat mereka bernaung. Eko Seetiawan misalnya yang bisa berlatih dengan Porab Balecatur. Atau Anang Hadi yang dapat bergabung bersama AMS Seyegan.
Kata Edi latihan mandiri ini tentu sangat dibutuhkan agar stamina para pemain tetap terjaga saat kompetisi sidah kembali dimulai. Kata Edi PSS wajib menang di kandang PSIM.”Intinya anak-anak harus bisa menjaga stamina. Bukan dengan tarkam tapi juga cukup berlatih bersama tim amatir masing-masing,” jelasnya. (nes/din)

Jogja Sport