JOGJA– Para pemain PSIM Jogja boleh jadi berlebaran dengan hati yang gundah. Pasalnya, hingga kemarin (24/7) manajemen PSIM belum memenuhi seluruh tuntutan yang mereka layangkan. Dari beberapa item seperti gaji dua bulan, tunjangan hari raya (THR) serta uang sepatu, bayaran Juni yang telah diterima Topas Pamungkas dkk.THRWisma Soeratin Sudah KosongNamun, para pemain nampaknya sudah move on meskipun baru meneerima satu bulan gaji. Kemarin mes pemain PSIM, Wisma Soeratin Sosrosoegondo sudah dikosongkan para penggawa Laskar Mataram. Pemain yang berdomisili di luar Jogja pun telah meninggalkan bangunan bertingkat dua ini.
Pemain terakhir yang pergi dari Wisma Soeratin adalah gelandang Eko Budi Santoso. Pria yang akrab disapa Kancil ini mengaku ersyukur manajemen bisa membayarkan satu bulan gaji sebelum Idul Fitri. ” Paling tidak Idul Fitri kali ini kan sudah pegang uang. Jadi ya coba ikhlas saja. Meskipun kalau boleh jujur ya kalau gaji sudah lunas itu lebih bagus lagi,” ungkapnya.
Adapun pemain yang kampung halamannya paling jauh, Eko Pujiyanto sudah bertolak ke Padang sehari sebelumnya. Bahkan untuk Eko Puji manajemen PSIM memberikan tiket kepada pemain berusia 25 tahun tersebut.Hal ini dikatakan Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa. Menurutnya manajemen memang memiliki tanggung jawab untuk membiayai akomodasi Eko Puji. Terlebih lagi Eko Puji memiliki kampung halaman yang sangat jauh.”Bisa dibilang juga Eko Puji juga sangat berjasa kepada perjalanan tim di musim ini. Karena itulah memang sudah selayaknya dia juga diberikan tiket untuk mudik ke Padang,” tutur Jarot.Di bagian lain, manajemen PSIM belum menemukan solusi jitu terkait tidak dapat dipakainya Stadion Mandala Krida sebagai kandang pada rangkaian laga terakhir babak penyisihan Divisi Utama 2014. Bahkan jika tidak kunjung membuat keputusan bukan tidak mungkin PSIM tidak dapat menjamu PSS Sleman dalam laga bertajuk Derby d’ Jogjakarta 8 Agustus mendatang.
Jarot mengatakan, kemungkinan terburuk PSIM bisa kalah WO dari PSS. Namun hal itu tentunya sebisa mungkin dihindari. Hanya saja manajemen kesulitan untuk mencari stadion pengganti Stadion Mandala KridaStadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) sebagai tempat paling masuk akan menjamu PSS jelas tidak akan mendatangkan keuntungan bagi PSS. Ya, PSIM dipastikan tak dapat mendatangkan penonton sehingga pemasukan tiket tidak ada.”Satu opsi lagi yakni Stadion Sultan Agung (SSA) jelas tidak mungkin juga. Kan tanggal 8 Agustus Persiba Bantul main. Otomatis kami harus mencari opsi lain,” sergahnya.Sebenarnya PSIM juga dapat menggunakan markas PSS SLeman Maguwoharjo International Stadium (MIS). Namun, itu tidak menguntungkan pemain karena MIS adalah markas lawan. Otomatis PSIM bakal menjalani pertandingan kandang seolah tandang di sana. (nes/din)

Jogja Sport