JOGJA – Nasib PSIM Jogja di sisa musim kompetisi Divisi Utama 2014 memang sangat bergantung pada sang Ketua Umum (Ketum) Haryadi Suyuti (HS). Ya, jika wali Kota Jogja ini tidak kunjung memberikan keputusan, dapat dipastikan kelangsungan Laskar Mataram di musim ini terancam.Seperti yang telah diberitakan sebelumnya PSIM belum memenuhi beberapa hak pemain seperti gaji selama dua bulan, uang sepatu serta tunjangan hari raya (THR).Hal tersebut membuat Topas Pamungkas dkk nglokro dan memboikot sisa rangkaian latihan bulan Ramadan. Dua laga roadshow terakhir kontra RAS Semail dan Perskup Kulonprogo pun terancam batal.
Selain masalah hak pemain PSIM dipastikan tidak dapat menggunakan Stadion Mandala Krida di sisa musim kompetisi. Dengan begitu mereka tentu saja wajib mencari stadion pengganti guna menjamu PSS Sleman serta Persinga Ngawi.Direktur Keuangan PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Iriantoko Cahyo Dumadi menyebut Sabtu (19/7) hari ini manajemen PSIM seharusnya melakukan rapat dengan HS. Namun rapat ini bisa tertunda jika HS belum memberikan kepastian. “Rencananya sih hari ini (kemarin, Red) HS sudah tiba di Jogja. Jika beliau sudah tampak tentunya rapat ini bakal berlangsung. Namun jika belum ya otomatis rapat ini tidak ada,” tutur ketua umum (Ketum) KONI Kota Jogja tersebut.Kata Iriantoko, pertemuan ini tentu bakal membahas permasalahan PSIM secara menyeluruh. Ya, stadion sebagai tempat PSIm menggelar laga kandang di sisa kompetisi juga menjadi pokok bahasan utama.
Direktur Operasional PT PIM Jarot Sri Kastawa menyatakan PSIM masih menghadapi situasi dilematis dalam menentukan stadion kandang. Menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul memang menjadi opsi terbaik. Pasalnya, Bantul adalah kantong suporter PSIM yang cukup besar.Tapi yang jadi masalah, bertepatan dengan laga menghadapi PSS, sang empunya SSA, Persiba Bantul juga melakoni laga lanjutan Indonesian Super League (ISL) menghadapi PSM Makassar. Meskipun pertandingan ini berlangsung tanpa penonton, Laskar SUlotan Agung tetap memilih SSA sebagai tempat menjamu Juku Eja-julukan PSM.Opsi lain jatuh kepada Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU). Celakanya, di karena venue ini berada di kawasan militer, maka PSIM tak dapat menggelar pertandingan dengan penonton. Padahal laga menghadapi PSS sangat potensial mendatangkan pemasukan signifikan.
“Jujur saja dalam menentukan stadion adalah hal yang sangat dilematis. TApi apapun itu besok (hari ini, Red) itu sudah harus kami tentukan. Di mana pun laga menghadapi PSS harus tetap jalan,” jelasnya.
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara sendiri berharap Ketum sekaligus manajemen PSIM bisa segera mendapatkan solusi. Sebab, prestasi ciamik PSIM yang mampun berada di peringkat satu klasemen sementara Grup 5 harus dipertahankan.”Kami sudah punya prestasi yang bagus. Sangat disayangkan jika itu rusak di empat pertandingan sisa,” ungkapnya. (nes/din)

Jogja Sport