JOGJA – PSIM Jogja sepertinya bakal mendapatkan lawan sepadan dalam rangkaian persiapan menjelang empat pertandingan terakhir babak pendahuluan Divisi Utama 2014. Laga tandang kontra PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma sepertinya semakin menemui titik terang. Hal tersebut didapat setelah tim pelatih melakukan meeting dengan manajemen PSIM pada Senin (7/7) lalu. Dalam pertemuan tersebut, pelatih Seto Nurdiyantara dan jajarannya sudah mengutarakan ada undangan uji coba dari Laskar Nusakambangan-julukan PSCS.
Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa mengaku menyambut baik rencana pelatih membawa tim PSIM bertanding di Cilacap. Terlebih lagi PSIM tentu harus berlatih menghadapi tim sepadan dalam laga tandang. Sebab setelah menjamu PSS Sleman dalam laga bertajuk Derby d’ Jogjakarta, PSS harus bertandang Stadion Aryo Srengat markas PSBI Blitar. PSBI adalah salah satu kompetitor PSIM dalam memeperebutkan tiket ke 16 besar. “Karena kami masih menghadapi tim setangguh PSBI tentunya pertandingan di Cilacap akan mendatangkan banyak manfaat. Karena itu tentunya kami menyambut baik ajakan dari mereka,” kata Jarot.
Namun Jarot mengaku PSIM masih ingin melihat fasilitas apa yang nantinya diberikan kubu tuan rumah. Ya, biasanya setiap tim yang melakukan undangan uji coba tentunya memberikan akomodasi serta menanggung biaya puang-pergi tim tamu. Dengan tegas, Jarot mengatakan PSIM urung menyambangi Cilacap bila fasilitas yang diberikan tidak sesuai dengan keinginan. “Pada dasarnya kami akan menunggu dulu apa saja fasilitas yang diberikan tim tuan rumah pada kami. Jika cocok tentunya kami berangkat kesana,” sergahnya.
Terpisah Seto memastikan laga menghadapi PSCS bakal dihelat di atas tanggal 20 Juli. Ini tentu berkaitan dengan padatnya jadwal roadshow keliling DIJ yang sudah telanjur dijadwalkan. Atas tanggapan positif manajemen PSIM, Seto mengatakan sangat senang. Namun di satu sisi dia tidak akan kecewa bila akhirnya laga di Cilacap tidak terlaksana. Bahkan dia berpandangan laga menghadapi PSCS bisa tidak optimal bila pertandingan digelar sore hari. “Karena sore hari anak-anak masih banyak yang puasa otomatis manfaat yang didapat dari uji coba tersebut bisa berkurang. Walaupun saya kepingin main di Cilacap namun tidak terlalu berharap,” jelasnya.
Kamis (10/7) nanti PSIM menjalani pertandingan kedua dalam rangkaian roadshow. Adapun lawan yang dihadapi adalah Godean Selection. Laga sendiri dihelat di Lapangan Godean. Kata Seto uji coba melawan Godean Selection akan dimanfaatkan demi mematangkan formasi 3-4-1-2. Formasi ini sendiri disiapkan Seto sebagai alternatif pola andalan 4-2-3-1 yang sudah terbukti membawa PSIM ke puncak klasemen Grup 5. “Saat lawan Persopi saya full pakai 4-2-3-1 dan hasilnya anak-anak main enjoy. Saya berharap saat mencoba 3-4-1-2 di Godean semuanya berjalan lancar,” paparnya. (nes/din)

Jogja Sport