SLEMAN – Penyerang PSS Sleman Guy Junior semakin menunjukkan kurang pantas diandalkan Super Elang Jawa (Super Elja) di lini depan. Alih-alih mengalami perkembangan dalam permainannya, penyerang asal Kamerun itu justru terus tampil buruk selama fase latihan Bulan Ramadan. Yang lebih buruk lagi Junior memperlihatkan performa “memalukan” kala PSS menjalani laga uji coba di Lapangan Getas, Sleman kemarin (6/7).Meskipun bisa membuat satu gol yang juga turut membawa PSS menang 7-0, dia gagal menunjukkan performa menawan di depan penonton.
Bahkan dipercaya mengeksekusi penalti sebanyak dua kali, Junior tidak berhasil memasukkan satu gol pun. Bahkan terlihat saat mengeksekusi penalti, pria yang memiliki rumah di Gresik, Jawa Timur (Jatim) tersebut tidak melakukannya dengan serius. Pelatih PSS Herry Kiswanto (Herkis) sekali lagi berharap Junior dapat mengintrospeksi diri. Terlebih lagi selama bermain di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Junior kerap mendapatkan sorakan dari publik tuan rumah. “Ya seharusnya dia bisa mengintrospeksi diri dan bisa menunjukkan performa menawan,” jelasnya.
Terlebih lagi dalam beberapa sesi latihan terakhir PSS kedatangan beberapa penyerang tamu seperti Emile Mbamba (Persiba Bantul) dan Mbida Messi (Persiram Raja Ampat). Seharusnya kehadiran Mbamba dan Messi dapat membuat Junior terpacu. Manajer PSS Sukoco menyatakan, manajemen memang seperti memakan buah simalakama. Di satu sisi, masih adanya Junior dalam tim cukup membebani keuangan mengingat dia gal menunjukkan permainan seperti yang seharusnya.
Namun, PSS juga tidak dapat berbuat banyak karena PT Liga Indonesia (PT LI) sudahtak lagi membuka bursa transfer. Dengan begitu Super Elja 100 persen tidak dapat mencari pengganti sepadan untuk Junior. “Jadi jujur saja tidak semudah itu menepak Junior pada saat sekarang,” jelasnya. Masalah tentunya semakin pelik bila PSS akhirnya lolos ke 16 besar. Hanya memiliki tiga penyerang tentunya PSS bisa jadi tidak kompetitif di second seasons. Apalagi ketiga penyerang nasional yang dimiliki PSS Monieaga, Saktiawan Sinaga dan Hermawan tidak mampu stabil mencetak gol. “Kalau begini keadaannya ya mungkin kami akan memaksimalkan yang ada saja,” sergahnya.
Setelah menghadapi Telaga Utama, PSS dijadwalkan menjamu PSIS Semarang di MIS 12 Juli menatang. Pertandingan tersebut rencananya dihelat dengan sistem home and away. 23 atau 25 Juli menjadi jadwal Super Elja bertandang ke Semarang. Sayangnya kata Koco soal tandang ke Semarang, dia belum dapat memastikan. Hingga kemarin kubu PSS belum menjalin kesepakatan dengan pihak Mahesa Jenar soal laga di Stadion Jatidiri, Semarang. (nes/din)

Jogja Sport