BANTUL-Persiba Bantul tidak akan melakukan pergantian formasi hingga berakhirnya babak penyisihan Indonesian Super League (ISL) 2014. Ya, sejak pertengahan putaran kedua Wilayah Timur, Pelatih Persiba Bantul Sajuri memang mulai gandrung dengan formasi 4-2-3-1.
Namun saat memakai formasi ini, hasil yang dituai Persiba sebenarnya tidak terlalu bagus. Kala menjamu Persela Lamongan di Stadion Sultan Agung (SSA) Ezequiel Gonzales dkk malah kalah 2-3. Sempat beralih ke pola 4-3-2-1, saat bertandang ke markas Mitra Kukar, Persiba kembali memakai 4-2-3-1 kala menyambangi markas Putra Samarinda (PUsam). Hasilnya pun sama buruknya, Persiba “dibantai” dengan skor telak 0-3.
Namun pelatih Persiba Sajuri Said mengatakan, formasi ini sudah yang terbaik untuk Persiba. Dia melihat dengan 4-2-3-1 permainan tim besutanya mengtalami perbaikan. Namun dengan kualitas lawan yang jauh di atas Persiba tetap saja menjadi bulan-bulanan. “Sepertinya saya tetap akan menggunakan formasi 4-2-3-1 untuk menghadapi empat pertandingan terakhir. Sebab yang saya lihat formasi tersebut memang yang paling pas untuk kami terapkan,” jelas Sajuri.
Sajuri menegaskan, Persiba sudah tidak menargetkan apa-apa dalam empat laga terakhir.Sejauh ini mereka masih terdampar di posisi juru kunci Wilayah Timur dengan raihan poin enam. Secara matematis Persiba memang masih bisa lolos dari degradasi. Namun, menilik jauhnya perolehan poin mereka dari peringkat sembilan rasanya mereka harus bersiap berlaga di Divisi Utama musim depan.
Hal ini diperparah dengan hukuman bermain tanpa penonton saat menjamu PSM Makassar. Menurut Sajuri, satu keuntungan kandang yang hilang ini akan sangat berpengaruh pada penampilan Eze cs. “Di empat laga sisa kami memang selalu bermain di DIJ. Namun ada satu keuntungan kandang yang hilang karena kami harus bermauin tanpa penonton kala menghadapi PSM. Hal tersebut tentunya bakal sangat berpengaruh pada permainan tim secara keseluruhan,” paparnya.
Manajemen Persiba sendiri masih mengusahakan agar Laskar Sultan Agung tetap didukung Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF) saat baerhadapan dengan Juku Eja. Ya, manajemen Persiba tengah menyiapkan diri mengajukan banding ke Komite Banding (Komding) PSSI. Hanya saja, Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo tidak terlalu yakin banding tersebut bisa dikabulkan PSSI. Apalagi pelanggaran yang dilakukan Persiba pada pertandingan kontra Persepam Madura United terbilang berat. Ya, penonton bisa dengan leluasa turun ke lapangan dan memberi bogem mentah kepada wasit. “Kami pastinya akan banding. Namun saya agak sangsi banding ini bakal dikabulkan PSSI. Saya akui kesalahan pada laga melawan Persepam cukup berat,” paparnya. (nes/din)

Jogja Sport