SLEMAN – PSS Sleman sukses memetik hasil positif dalam pertandingan uji coba kontra PSMP Mojokerto Putra di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (22/6). Berlaga tanpa salah satu pemain andalan Marwan Muhammad, Super Elang Jawa (Super Elja) menang 2-0.
PSS membuka keunggulan pada menit 29 lewat Mudah Yulianto. Usai gol tersebut PSS tetap tampil cukup menekan. Namun hingga wasit Irham meniup pluit tanda berakhirnya babak pertama skor 1-0 untuk Anang Hadi dkk tetap tidak berubah. Memasuki babak kedua PSS tampil lebih sabar. Meskipun begitu mereka tetap melancarkan banyak serangan yang membahayakan gawang Laskar Majapahit-julukan PSMP. Hasilnya PSS berhasil memperbesar keunggulan 2-0 pada menit 61. Melalui kerjasama dengan Monieaga Bagus Suwardi gelandang anyar Dicky Prayoga sukses menceploskan bola ke gawang PSMP. Dengan tenang mantan penggawa PSBK Blitar tersebut berhasil menaklukkan kiper pengganti Pujiantoro. Skor 2-0 pun akhirnya bertahan sampai pertandingan selesai.
Pelatih PSS Herry Kiswanto mengatakan, permainan anak asuhnya sudah cukup memuaskan. Pola permainan yang dia inginkan sudah bisa diterapkan dengan baik.”Saya tidak lihat hasilnya. Yang terpenting strategi yang saya terapkan benar-benar bisa dijalankan dengan baik,”kata mantan pelatih Persiraja Banda Aceh ini. Herkis menambahkan dirinya mencoba memainkan beberapa penggawa di posisi yang tak biasa mereka tempati. Contohnya ialah Dicky dan Taji Prasetio. Taji yang lebih biasa ditempatkan sebagai bek sayap berhasil memerankan posisi stopper dengan baik. Di menit-menit akhir Herkis juga menempatkan Dicky di posisi bek sayap kiri. “Mereka berdua bisa menempati posisi yang tak biasa mereka tempati dengan cukup baik. Dengan begini saya memiliki bayangan untuk memvariasikan strategi PSS di empat laga sisa Divisi Utama 2014 Grup 5,” sergahnya.
Namun Herkis mencatat ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi. Salah satunya emosi yang kadang tidak tergaja dari pemain. Beberapa pemain yang dengan mudah terpancing provokasi lawan. “Namun seharusnya anak-anak bisa lebih control,” imbuhnya. Herkis juga menambahkan penyelesaian akhir tetap menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terbesarnya. Ya, dari sekian banyak peluang nyatanya para pemain PSS cuma mampu menyarangkan dua gol. Itupun lahir dari barian para gelandang.
Di kubu PSMP pelatih Inyong Lolombulan berterima kasih pada PSS karena mau meladeni mereka. Kata mantan pelatih klub lokal Kota Jogja PS MAS ini, bertarung dengan tim sehebat PSS dapat memberikan bekal pada PSMP sebelum kembali bertarung di Divisi Utama 2016 Grup 6. “Seharusnya kami melakoni satu laga uji coba lagi lawan PSIM. Sayangnya mereka tidak bisa menerima ajakan kami bertanding Selasa (24/6) lantaran tidak bisa memakai Stadion Mandala Krida,” ucapnya. (nes/din)

Jogja Sport