JOGJA – PSIM Jogja gagal mendapatkan hasil memuaskan dalam pertandingan uji coba di Stadion Mandala Krida Kemarin (20/6). Berhadapan dengan tim asal Kulonprogo yang berlaga di Liga Nusantara, Satria Adikarta, Ony Kurniawan dkk tersebut hanya menang tipis 1-0. Gol semata wayang PSIM dicetak oleh gelandang Dimas Priambodo. Pada babak pertama, Seto memasang formasi yang tidak biasa dimainkan anak asuhnya yakni 3-4-1-2. Ya, formasi ini memang dipersiapkan Seto sebagai variasi dalam menghadapi empat laga terakhir Divisi Utama 2014.
Meskipun belum sempurna, Seto mengaku puas dengan adaptasi anak asuhnya pada formasi tersebut. Menurutnya selain penyerang, penggawa-penggawa yang ada di sektor lain sudah bisa menerapkan 3-4-1-2 dengan baik. Untuk penyerang, Seto melihat Dany Wahyu dan Roni Setiawan seringkali bermain terlalu melebar. “Para penyerang terlalu sering bermain sebagai sayap,” jelas Seto.
Kata Seto saat ini orientasi tim pelatih sudah lebih jauh, yakni meloloskan PSIM ke babak 16 besar. Untuk itulah, PSIM tidak bisa terus-terusan mengandalkan satu formasi, 4-2-3-1. Seto menyatakan 4-2-3-1 memang tetap menjadi formasi utama. Namun dalam keadaan tertentu Seto pasti bakal melakukan perubahan formasi. Bahkan Seto tidak menutup kemungkinan untuk mencoba formasi lain lagi, seperti 4-4-2 berlian.
“Tapi yang jadi masalah dengan materi seperti ini cukup sulit mematangkan 4-4-2 berlian. Dulu waktu saya bermain di Persiba Bantul pola ini bisa jalan karena Persiba dihuni pemain-pemain berkelas. Apakah saya akan mencoba formasi ini tunggu saja kejutannya,” terangnya. Seto menambahkan PSIM kembali menggelar laga uji coba Rabu (25/6) nanti. Sejatinya, Laskar Mataram juga mendapatkan tantangan dari PSMP Mojokerto Putra. Kebetulan klub berjuluk Laskar Majapahit ini bakal berada di Jogjakarta. Minggu (22/6) mendatang PSMP menantang PSS Sleman di Maguwoharjo International Stadium (MIS).
Sayangnya kata Seto sulit baginya mengiyakan tawaran PSMP. Pasalnya, klub yang musim lalu berada dalam satu Grup di ajang Divisi Utama Liga Indonesia (LI) dengan PSIM ini mengajak latih tanding Selasa sore (24/6). Padahal, PSIM tidak mendapatkan jadwal pemaikain Stadion Mandala Krida pada hari itu. Untuk itulah Seto bakal berbicara dulu pada pihak PSMP agar bersedia mencari hari lain. Jika waktu tidak kunjung disepakati maka PSIM harus mencari lawan lain. “Kalau nggak sepakat dengan PSMP ya dengan begitu harus mencari lawan lain. Tidak masalah jika harus berhadapan dengan tim lokal,” paparnya.
Direktu Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto mengaku pihaknya sedang berusaha agar PSIM benar-benar siap jikalau nantinya lolos ke babak 16 besar. Sekali lagi pria yang akrab disapa Mbah Putih (MP) tersebut berharap peran lebih dari Ketua Umum (Ketum) PSIM Jogja Haryadi Suyuti. (nes/din)

Jogja Sport