JOGJA – Hari ini PSIM Jogja menjalani laga uji coba di Stadion Mandala Krida. Uji coba ini diagendakan untuk menjaga mesin perang Topas Pamungkas agar tetap panas. Uji coba ini sempat diencanakan sebagai satu-satunya laga sebelum Ramadan. Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengaku bersyukur karena lawan yang dihadapi cukup berkelas, yakni Satria Adikarya. Klub asal Kulonprogo dipastikan ikut serta di kompetisi amatir Liga Nusantara Regional DIJ. “Semoga uji coba ini memberikan bekal berharga dan bisa dijadikan bahan evaluasi,” kata Seto kemarin (19/6).
Seto memastikan tidak akan memasang pola 4-2-3-1. Alasannya, tim asuhannya perlu belajar menggunakan pola baru. Sepanjang musim ini, Seto memang selalu menggunakan formasi yang mulai popular di awal dekade 2.000-an tersebut.
Formasi ini sebenarnya dapat diterapkan dengan baik oleh anak-anak Laskar Mataram. Betapa tidak PSIM sangat seimbang dalam menyerang dan bertahan. Hasilnya untuk sementara PSIM berhasil menempai eringkat satu Grup 5 Divisi Utama 2014. Namun Seto tidak ingin anak asuhnya terlalu nyaman dengan 4-2-3-1. Baginya pemain-pemain PSIM terutama yang masih muda harus belajar bermain dengan pola lain. Anak asuhnya harus dipersiapkan untuk bermain di bawah arahan pelatih yang tidak menggunakan pola 4-2-3-1.
“Sejak di Tunas Jogja dulu pemain-pemain muda sudah terbiasa dengan 4-2-3-1. Nah bisa saja nantinya PSIM sudah tak saya latih lalu dibesut gaffer yang senang dengan pola lain,” jelasnya. Seto tidak menutup kemungkinan menggunakan pola baru tersebut pada pertandingan kandang kontra PSS Sleman 8 Agustus mendatang. Sayangnya, menantu sesepuh sepak bola DIJ Subardi tersebut masih enggan membocorkan pola apa yang sedang dicoba.”Kalau pola baru ini ternyata berjalan baik mungkin juga digunakan dalam laga lawan PSS,” tegasnya.
Seto merasa bersyukur karena anak asuhnya tetap berlatih dengan semangat di tengah keterbatasan. Hingga kemarin manajemen belum mampu membayarkan hak pemain. Direktur Operasional PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Jarot Sri Kastawa mengaku pihaknya masih terus mengusahakan dana. Ia pun berharap pada awal Ramadan, pemain PSIM sudah gajian. “Saya akui sampai saat ini kami masih sulit. Belum mendapatkan dana gaji. Tapi mudah-mudahan waktu dekat masalah ini terselesaikan,” janjinya. (nes/din)

Jogja Sport