KULONPROGO–Kejuaraan bulutangkis Djarum Multi Cabang (DMC) se-DIJ Seri III 2014 akan dipusatkan di Kabupaten Kulonprogo. Lomba digelar selama lima hari mulai Rabu (18/6) hingga Minggu (22/6) mendatang dan diikuti sebanyak 175 atlet dari berbagai klub di DIJ .Sekretaris Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kulonprogo Budi Hartono menjelaskan, tujuan kejuaraan ini ini untuk menjaring prestasi pemain sejak dini. Sekaligus bagian dari program kegiatan Pengurus Daerah (Pengda) DIJ yang digelar dalam lima seri. “Seri I digelar di Sleman pada Maret dan seri II di Kota Jogyakarta Mei lalu. Kali ini giliran di Kulonprogo untuk seri III yang akan berlangsung di GOR (Gedung Olah Raga) Wates. Kejuaraan ini memperebutkan hadiah tropi dan piagam penghargaan untuk juara masing-masing kategori,” jelasnya kemarin (16/6).
Budi mengakui, dibanding seri II di Kota Joja, jumlah peserta memang mengalami penurunan. Sebab, sebagian atlet harus mengikuti kejuaraan nasional di Solo serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta.Budi menambahkan, melalui pembinaan dan pelatihan secara sistematis dan berkesinambungan. Kejuaran ini juga untuk menciptakan sarana tanding guna peningkatan prestasi, menggali pengalaman tanding dan pembentukan mental tanding. Sekaligus sebagai ajang melatih sportivitas, persahabatan, persatuan dan kesatuan antar atlet. “Dalam penyelenggaraan DMC ini sekaligus digelar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) yang khusus diikuti atlet dari klub-klub di Kabupaten Kulonprogo dengan peserta 57 atlet,” imbuhnya.
Wakil Sekretaris Penda PBSI DIJ Domisioner Vierman Suryanto menambahkan, dalam kejuaraan DMC Seri III di Kulonprogo ini sedianya akan dipertandingkan 10 nomor pertandingan. Namun ternyata 3 nomor tidak jadi dipertandingkan karena jumlah pesertanya tidak memenuhi kuota atau kurang dari 8 atlet. “Yakni untuk nomor ganda remaja putra, ganda remaja putri, dan tunggal remaja putri,” imbuhnya.Sedangkan tujuh nomor yang dipertandingkan meliputi tunggal usia dini putra, tunggal usia dini putri, tunggal anak-anak putra, tuggal anak-anak putri, tunggal pemula putra, tunggal pemula putri, dan tunggal remaja putra.
Menurut Vierman, meski jumlah atlet menurun dibanding seri II di Kota Jogja, bila dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu di Kulonprogo relatif sama. Khususnya DMC ini tetap menjadi ajang yang cukup diminati dan mampu menyeimbangkan kompetisi sehingga latihan menjadi berkesinambungan. “Kejuaraan ini akan dibuka Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, Rabu (18/6), di GOR Wates,” terangnya. (tom/din)

Jogja Sport