• PSS Sleman Jamu PSIM Jogja

SLEMAN-Setelah empat tahun tidak bertemu, PSS Sleman v PSIM Jogja akhirnya kembali bersua. Sore ini, mereka akan bertanding di markas Super Elang Jawa (Super Elja)-julukan PSS Sleman di Maguwoharjo International Stadium (MIS) dalam lanjutan Divisi Utama 2014.
Terakhir kali, pertandingan bertajuk Derby d’ Jogjakarta ini mentas pada musim 2009/2010. Dalam pertandingan yang diawali di Stadion Mandala Krida dan diakhiri di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) itu, PSIM sukses menang dengan skor tipis 2-1.
Pelatih PSS, Sartono Anwar mengakui kalau pertandingan ini akan sedikit berbeda dengan pertandingan-pertandingan lainnya. Biar bagaimanapun, baik PSS maupun PSIM tentu ingin membuktikkan siapa yang terbaik di Jogjakarta.
“Ya saya akui pertandingan ini ada perbedaan. Sebab, baik PSS maupun PSIM adalah tim yang cukup di pandang di DIJ. Karena hal itulah, saya yakin anak-anak pasti memiliki motivasi sangat tinggi meraih kemenangan,” tandasnya.
Hanya saja, Sartono berharap pertandingan tersebut tidak perlu terlalu dibesarkan. Ya, sepanas apapun laga ini, hanya ada tiga poin yang diperebutkan. “Meskipun ada pertaruhan gengsi saya berharap laga ini tak dibesar-besarkan. Sebab pada dasarnya pertandingan menghadapi PSIM sama saja dengan pertandingan lainnya. Kalau menang hanya dapat tiga angka,”sergahnya.
PSS sedikit berada di atas angin. Ya, ini berkaitan dengan kelengkapan skuad yang mereka miliki dibanding PSIM. Di kubu Super Elja, hanya gelandang M Irfan yang diragukan tampil lantaran masih menjalani masa recovery usai menderita cedera betis. Kompletnya tim PSS ditambah dengan pulangnya Saktiawan Sinaga. Penyerang senior tersebut memastikan diri tetap membela PSS.
Namun, yang menjadi masalah, psikologis PSS boleh jadi berada di bawah rivalnya tersebut. Pada matchday ketiga Jumat (25/4), PSIM mampu membekap PSBI Blitar 2-0 di Mandala Krida. Kontras dengan PSS yang menderita kekalahan 1-2 dalam lawatan ke Stadion Willis, Madiun menghadapi Perseman Manokwari.
“Beruntung sekali skuad kami lengkap. Tapi sayangnya kami baru saja menderita kekalahan. Saya berharap para pemain sudah melupakannya,” ucapnya.
Sedangkan di pihak Laskar Mataram, mereka dipastikan tidak diperkuat beberapa pilar seperti Eko Budi Santoso dan Danny Wahyu Saputra. Parahnya lagi, penyerang utama Engkus Kuswaha juga diragukan akibat masih mengalami memar pada lututnya,
Tapi absennya pemain-pemain ini nampaknya tak berpengaruh banyak pada PSIM. Di pertandingan lawan PSBI terlihat kalau pelatih Seto Nurdiyantara telah menemukan formula pas saat timnya tak dibela pemain sevital Eko dan Danny. “Untuk penyerang saya juga sudah menyiapkan Supri Andrianto. Tapi mudah-mudahan saja Engkus bisa main,” kata Seto.
Seto mengaku realistis menghadapi derby ini. Ya, perbedaan materi pemain yang dimiliki kedua tim membuat Seto tidak menargetkan kemenangan. Kata Seto yang terpenting para pemainnya bisa tampil bagus dan dapat mengambil banyak pelajaran dari tim sekelas PSS.
“Di sini saya juga akan banyak belajar dari pelatih sekaliber Sartono Anwar. Untuk laga ini, saya menekankan pada anak-anak agar bermain lebih disiplin,” harapnya. (nes/din)

Jogja Sport