NGAWI-PSIM Jogja sukses menunjukkan permainan menawan kala bertandang ke markas Persinga Ngawi, Stadion Ketonggo dalam laga perdana Divisi Utama 2014 kemarin (15/4). Meskipun bermain di bawah tekanan publik lawan, Laskar Mataram mampu menguasai jalannya pertandingan.
Sayangnya, PSIM gagal mengkonversi permainan baik menjadi kemenangan. Kelengahan setelah mendapat keunggulan adalah faktor yang membuat klub besutan Seto Nurdiyantara ini hanya mengemas satu poin.
PSIM sukses membuka keunggulan pada menit 23 via penyerang sayap Tri Handoko. Mantan juru gedor PSS Sleman itu memanfaatkan bola muntah hasil tenangan bebas Topas Paumungkas. Sayang, setelah itu pertahanan PSIM justru goyah.
Hanya berselang tiga menit, Persinga berhasil membuat gol. Zuhri Dwi mampu memanfaatkan situasi kemelut di depan gawang Onny Kurniawan. Usai gol ini PSIM terus mencoba membuat gol. Sayangnya kedudukan 1-1 bertahan hingga pertandingan selesai.
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengatakan puas dengan performa anak asuhnya. Ya, meskipun bermain di kandang lawan nyatanya Laskar Mataram mampu menguasai jalannya pertandingan.
“Bila diliat secara umum pertandingan tadi (kemarin, Red) cukup memuaskan. Kami bisa menguasai pertandingan. Apa yang saya inginkan juga mampu ditunjukkan anak-anak.Jelas ini modal bagus untuk laga-laga berikut,” tegasnya.
Sayangnya, Topas dkk masih mengalami demam panggung. Itu terbukti dari banyaknya peluang yang tidak menjadi gol. Menurut Seto mentalitas pemain ini bakal terus diperbaiki agar kedepannya PSIM bisa terus meraih hasil maksimal.
“Ada beberapa peluang yang sebenarnya sudah 99 persen gol malah tidak gol. Inilah makanya anak-anak terlihat sekali masih demam panggung. Saya berharap kedepannya mereka bisa lebih lugas saat mendapatkan peluang emas,” tuturnya.
Hasil imbang kemarin memakan korban. Tulus Septianto terlihat mengalami kesakitan pada pahanya. Seto berharap pada laga kandang melawan PSBK Blitar dan PSBI Blitar cedera Tulus sudah benar-benar sembuh.
“Sesampainya di Jogja kami akan langsung memeriksa. Semoga saja cedera Tulus tidak parah sehingga bisa diturunkan menghadapi dua klub Blitar,” lanjut menantu sesepuh sepak bola DIJ Subardi tersebut.
Tri Handoko mengaku senang dengan gol yang ia raih dalam debut partai resmi bersama PSIM. Ia pun optimistis gol-gol lain bakal disumbangkan buat klub kebanggaan Brajamusti dan The Maident tersebut. “Tentunya senang bisa mencetak gol dalam laga debut bersama PSIM. Dalam laga ke depan tentunya ingin terus mencetak gol,” katanya.
Pelatih Persinga Ngawi Rully Nere mengaku puas dengan jalannya pertandingan. Menurut pria asal Papua ini permainan terbuka yang ditunjukkan PSIM membuat laga berlangsung sangat menarik.
“Satu poin juga sudah sangat bagus buat tim debutan liga profesional seperti kami. Untuk PSIM saya salut karena mereka mau main terbuka meskipun di kandang lawan,” terangnya. (nes/din)
 

Jogja Sport