SLEMAN-Meskipun sudah mundur dari jabatan manajer PSS Sleman, Supardjiono memastikan untuk tetap terlibat dalam perjalanan Super Elang Jawa (Super Elja) di Divisi Utama musim 2014.
Masih menjabat di dewan direksi PT Putra Sleman Sembada, Supardjiono akan turut membawa Super Elang Jawa (Super Elja) mencapai target promosi ke Indonesian Super League (ISL) 2014.
Meskipun tidak menjadi manajer, keterlibatannya di PSS bukan hanya sekadar di belakang layar. Bahkan di setiap PSS berlaga, pria yang juga seorang pengusaha tersebut bakal duduk di bench.
Dalam jumpa pers di Rumah Makan (RM) Pesona Pingka kemarin (13/4), Supardjiono mengatakan tanggung jawabnya sebagai warga Sleman membuatnya terpanggil kembali mengurus PSS. Selain itu, dia mengaku banyak pendukung Super Elja yang memintanya balik kucing. “Selain karena merasa bertanggung jawab, banyak pendukung PSS yang meminta saya untuk kembali,” tukas salah satu Anggota Komite Eksekutif (Komeks) Asprov PSSI DIJ tersebut.
Untuk PSS, dia mengatakan promosi ke ISL tetap menjadi impian klub kebanggaan Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) ini. Namun, selama babak penyisihan dia dan jajaran manajemen baru memikirkan bagaimana caranya lolos ke babak 16 besar. “Setelah lolos ke babak 16 besar, barulah kami akan berfikir lolos ke babak delapan besar. Setelah itu baru kami mengejar tiket promosi ke ISL,” tukasnya.
Dalam mengarungi kompetisi Divisi Utama 2014, Manajer PSS Sukoco mengatakan pihaknya sudah menganggarkan dana sebesar Rp 6 miliar. Tapi nominal ini hanya untuk “hidup” PSS sampai menyelesaikan babak 16 besar.
“Jadi anggaran yang kami siapkan baru untuk menghidupi PSS sampai babak 16 besar. Jika berhasil menembus delapan besar tentunya nanti akan kami tambah lagi,” papar sosok yang sebelumnya menjabat ketua panpel tersebut.
Mengenai skuad, Sukoco memastikan sudah komplet. Hal ini menyusul deal-nya penjaga gawang Herman Batak dengan manajemen kemarin. Hari ini Batak diadwalkan menandatangani kontrak untuk kemudian didaftarkan ke PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai penggawa Super Elja.
Koco bersyukur negosiasi dengan Batak tidak terlalu alot. Awalnya, perekrutan Batak sempat ditolak manajemen dan direksi PT PSS. Namun melihat kebutuhan akan satu lagi penjaga gawang mumpuni, manajemen dan PT PSS akhirnya luluh sehingga langsung melemparkan penawaran harga.
“Mudah-mudahan saja dalam pertandingan perdana melawan Persenga (Ngawi) Batak sudah bisa diturunkan. Hari ini dia akan menandatangani kontrak. Semoga proses pengesahannya ke PT LI tidak terlambat,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama dia juga mengomentari kemungkinan mundurnya Saktiawan Sinaga dari PSS pada pertengahan musim 2014. Berdasarkan hasil quick count Sakti yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) DPR Sumatera Utara mendapatkan suara cukup signifikan.
Mantan penyerang timnas ini mungkin bakal pergi untuk duduk sebagai anggota dewan.
Tapi, Sukoco memastikan jika Sakti pergi manajemen PSS tidak akan memberikan toleransi. Pengembalian uang kontrak tetap akan diberlakukan manajemen jika Sakti mengundurkan diri.
“Kalau dia memilih jadi anggota dewan ya terserah. Tapi ingat dia sudah dikontrak. Jika dia mundur tentunya harus membayar kompensasi,” tegasnya. (nes/din)
 

Jogja Sport