JOGJA-Meskipun memiliki waktu persiapan mepet, PSIM Jogja bisa menjadi salah tim yang diperhitungkan di ajang Divisi Utama 2014. Setidaknya melihat laga-laga uji coba yang mereka lakoni tim berjuluk Laskar Mataram ini mampu menampilkan permainan yang cukup impresif.
Memang terlalu dini jika menyebut tim besutan Seto Nurdiyantara ini bakal mampu menjadi penantang perebutan tiket 16 besar dari grup 5. Pasalnya, kemenangan-kemenangan besar yang mereka raih seluruhnya didapat dari klub tidak sepadan. Saat menjajal dua klub dengan materi pemain selevel PPSM Sakti Magelang dan Persibat Batang PSIM Cuma meraih hasil imbang.
Tetapi jika menilik statistik, PSIM boleh saja berharap mampu mencetak banyak gol di musim ini. Apalagi, fakta mencatat kalau ketajaman lini depan PSIM di pra musim 2014 jauh lebih baik ketimbang pra musim 2013. Ya, saat bersiap-siap menghadapi musim 2013, PSIM kerap kali hanya meraih kemenangan tipis menghadapi tim-tim amatir.
Para penyerang Laskar Mataram pun cukup menjanjikan. Dua pemain yang diharapkan mampu menjadi mesin gol PSIM Tri Handoko dan Engkus Kuswaha masing-masing sudah mencetak tujuh dan enam gol.
“Jika dilihat secara umum, para pemain memang sudah siap. Lini depan pun cukup tajam dengan mampu membuat banyak gol. Lihat saja Handoko dan Engkus yang masing-masing sukses membuat tujuh dan enam gol,” kata Seto usai uji coba terakhir kontra Satria Akprind di Stadion Mandala Krida kemarin (9/4).
Selain tajamnya dua calon sumber gol utama, para pemain sayap juga memiliki sumbangsih besar. Selain karena mayoritas gol berawal dari tusukan para winger, pemain sayap juga cukup rajin membuat gol. Handoko misalnya yang saat ini juga lebih diplot sebagai winger. Ya, saat berada di sayap, Handoko sudah membuat lima gol.
Sedangkan, winger lain yang memiliki performa apik adalah Rangga Muslim Perkasa. Rangga punya potensi menembus tim inti PSIM lantaran sudah sukses membuat lima gol. Ketiga terbanyak setelah Handoko dan Engkus. “Ya, kami memang memiliki sayap-sayap yang cepat. Ini tentu menguntungkan kami. Kemungkinan sayap memang akan menjadi senjata kami di musim ini,” imbuhnya.
Spesifik soal laga melawan Satria Akprind, Seto mengungkapkan para pemainnya makin pintar dalam menciptakan peluang. Sayangnya kata dia kemarin tim besutannya terlalu banyak membuang peluang emas. Meskipun begitu, PSIM tetap bisa menang telak dengan skor 8-0.
“Anak-anak kan habis saya libur sehari untuk ikut coblosan di kampung halaman masing-masing. Jadi agak kelelahan juga mungkin. Namun secara umum anak-anak sudah memuaskan bisa buat banyak peluang,” katanya.
Dalam laga uji coba kemarin PSIM tidak dibela dua pemain pilarnya Eko Budi Santoso dan Danny Wahyu. Eko Budi masih bermasalah dengan cedera hamstring. Adapun Danny Wahyu mengalami cedera lutut.
Namun Seto memastikan kedua pemain ini siap memperkuat PSIM kontra Persinga Ngawi 15 April nanti. Kemungkinan Jumat (11/4) mendatang Eko Budi dan Danny sudah bisa berlatih normal.
“Total mereka hanya disuruh istirahat total tiga hari. Sampai Kamis (10/4)mereka mungkin belum latihan tapi Jumat (11/4) mereka sudah oke sepertinya,” ucapnya. (nes/din)
 

Jogja Sport