* Tim Formatur Ditarget Seminggu
JOGJA-Ketua umum (Ketum) incumbent Iriantoko Cahyo Dumadikembali memimpin KONI Kota Jogja untuk empat tahun ke depan. Dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Jogja di Balai Kota Jogja kemarin, Direktur Keuangan PSIM Jogja meraih suara terbanyak.
Dalam perjalanannya untuk kembali menjadi pimpinan di KONI Kota Jogja, Iriantoko harus bersaing dengan yakni wakil ketua umum
(waketum) periode sebelumnya Sunarko dan Kepala kantor Kesbangpora Jogja Sukamto. Dalam proses pemilihan, Sunarko menjadi pesaing tersengit Iriantoko.
Sempat berkejar-kejaran suara Iriantoko akhirnya sukses mengemas dukungan 20 suara. Sedangkan Sunarko harus puas berada di tempat kedua dengan total dukungan 17 suara. Adapun Sukamto hanya mendapatkan satu suara saja.
Pimpinan sidang Musorkot Tri Kirana Muslidatun mengaku bersyukur dengan keberhasilan KONI Kota Jogja menggelar Musorkotlub. Dengan begitu KONI Kota Jogja bisa melanjutkan beberapa program yang sempat terhenti akibat habisnya masa kepengurusan 2010-2014.
Sebagai catatan kepengurusan periode sebelumnya sudah expired sejak 23 Januari. “Saat ini KONI Kota Jogja sudah punya kepengurusan baru. Program-program yang terhenti bisa dilanjutkan,” imbuhnya.
Salah satu hal yang wajib diselesaikan dengan segera adalah pemberian bonus untuk para peraih medali di Porprov XII/2013. Kota Jogja merupakan satu-satunya kontingen yang belum memberikan tali asih bagi para atletnya.
Itu cukup ironis sebab Kota Jogja adalah kontingenperaih gelar juara umum di Porprov tahun lalu. Iriantoko mengatakan masalah legalitas kepengurusan KONI Kota Jogja
membuat mereka tidak bisa mencairkan dana untuk membayar bonus atlet.
Setelah terpilih menjadi Ketum KONI Kota Jogja periode 2014-2018, bonus bisa segera dicairkan. “Legalitas kepengurusan KONI Kota Jogja periode lalu yang habis pada 23 Januari menjadi penyebab mengapa kami belum bisa mencairkan bonus. Setelah Musorkot ini selesai maka pencairan bisa segera dilakukan,” katanya.
Namun sebelum mencairkan dana, KONI Kota Jogja terlebih dulu harus membentuk pengurus. Dalam membentuk kepengurusan baru ini Iriantoko akan dibantu oleh dua anggota formatur. Yakni Tri Kirana Muslidatun
dan Sunarko. Iriantoko memastikan target untuk tim formatur menyusun struktur
organisasi KONI Kota Jogja hanya satu pekan. Kata dia, jika mengacu pada aturan normatif, seharusnya tim formatur diberi waktu selama 60 hari. “Tapi karena ada hal mendesak yang harus segera diselesaikan maka waktu kerja tim formatur hanya satu pekan,” ucapnya. (nes/din)

Jogja Sport