RADAR JOGJA –┬áBagi anak generasi tahun 80 dan 90-an, tentu tidak asing dengan kipas kertas. Tapi menemukan mainan lawas di zaman sekarang cukup sulit, karena banyak perajin yang berhenti produksi.

Beruntung kipas kertas seri pertama atau versi seadanya, dapat dibuat dengan mudah. Seorang warga Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Soezi Andhianna menjelaskan pengalaman membuat kipas kertas.
“Itu pengalamanku waktu duduk di sekolah dasar (SD). Membuat kipas kertas sederhana tugas dari sekolah,” ujar Soezi kepada Radar Jogja (24/3).

Pekerjaan rumah (PR) seperti ini, bagi dirinya waktu kecil sangat menyenangkan. Sepulang dari sekolah menyiapkan alat dan bahan. Bukan tugas kelompok, namun biasanya teman satu kelas kumpul dan mengerjakan bersama-sama. “Vibesnya terasa sekali kalau sekarang bertemu dengan mainan zaman dulu,” ujarnya.

Perempuan berusia 42 tahun itu kembali melanjutkan ceritanya. Alat dan bahan membuat kipas kertas cukup simpel. Mulai dari kertas, lem, kayu, dan gunting. “Bisa ditambah pewarna supaya lebih menarik. Waktu itu saya cukup beli kertas berwarna saja,” ucapnya.

Tidak butuh waktu lama, pada umumnya anak-anak dengan mudah membuat kipas kertas. Hanya bedanya, ibu satu anak itu melanjutkan, mungkin pada tingkat kerapian pada masing-masing hasil karya.

“Kita buat tidak hanya satu, bisa tiga sampai empat buah,” terangnya.
Seukuran telapak jari orang dewasa, akhirnya hasil karya berupa kipas kertas telah selesai dikerjakan. Menurut dia, walau terbuat dari bahan kertas, fungsinya sebagai alat penghasil angin tetap maksimal.
“Hanya kalau kurang hati-hati cepat robek. Namanya bahan dari kertas ya,” tambahnya.

Dia bersyukur memori mainan zaman dulu tidak sepenuhnya hilang dari peredaran. Tenaga pendidik di era sekarang mengajarkan keterampilan tangan. Salah satunya membuat mainan dari bahan kertas.
“Jadi bentuk kipas kertas macam-macam, dari yang sederhana sampai yang sulit,” ujarnya.

Dalam satu kesempatan ia juga mengarahkan dan mendampingi anak mengerjakan tugas kerajinan. Selain kipas kertas, juga ada kapal kertas, perahu kecil, pesawat kertas, aneka bentuk burung dan lain sebagainya.
“Saat mengajari anak membuat kipas kertas jadi ingat masa lalu,” ungkapnya sembari tersipu malu. (gun/laz)

Jogja Raya