RADAR JOGJA – Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIJ mencatat setidaknya ada tiga persen pemilik lahan yang terkena pembangunan jalan tol Jogja-YIA Kulonprogo tidak hadir dalam konsultasi publik. Tepatnya di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman.

Kepala Dispertaru DIJ Krido Suprayitno menilai, ketidakhadiran itu karena undangan yang belum terkirim kepada pemilik lahan yang sebenarnya. Ia menyebut kawasan tersebut banyak ditemukan alih hak tanah oleh pemilik lama.

“Karena banyak sekali ya, kami menemukan di daerah lokasi Banyuraden terjadi proses peralihan hak. Ini harus hati-hati karena ada peralihan hak dari pemilik lama ke baru. Ini yang menyebabkan mereka belum hadir,” jelasnya Kamis (9/3).

Krido menyebut, meskipun hanya tiga persen, jumlah itu tergolong tinggi apabila dibandingkan dengan kalurahan lainnya. Sementara berdasarkan data Dispertaru DIJ, awalnya ada 254 bidang tanah terdampak di wilayah tersebut. Jumlahnya meningkat menjadi 294 bidang saat konsultasi publik.

Warga Kalurahan Banyuraden yang belum datang akan diundang kembali pada pertengahan Maret 2023. “Kami akan mengundang lagi yang belum hadir itu. Jadi undangan yang belum tersampaikan, kami undang lagi,” tambahnya.

Menurutnya, hal ini akan menjadi evaluasi. Kehadiran pemilik lahan sangat dibutuhkan. Sebab kaitannya dengan penandatanganan pernyataan dalam berita acara. Kelengkapan administrasi berpengaruh dalam proses percepatan pencairan ganti rugi lahan pembangunan proyek strategis nasional itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-YIA Kulonprogo Dian Ardiansyah mengatakan, konsultasi publik pengadaan tanah pembangunan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo seksi Jogja-YIA sudah dimulai sejak 28 Februari hingga 15 Maret 2023. Sasarannya di dua kabupaten, yakni Sleman dan Bantul.

Setelah dari dua kabupaten tersebut, selanjutnya akan dilaksanakan di Kulonprogo. “Konsultasi publik tujuannya meminta persetujuan atau kesepakatan. Kami berdiskusi dengan warga untuk menentukan ke depan bagaimana. Warga juga harus banyak bertanya,” harap Dian. (lan/laz)

Jogja Raya