RADAR JOGJA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tak ingin ada bedeng dan warteg di lokasi proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Samarinda Kalimantan Timur. Sebagai gantinya Kementerian PUPR menyiapkan 22 tower. Untuk kemudian menampung 16 ribu pekerja konstruksi IKN.

Pernyataan ini terlontar saat diskusi Pengelolaan Air Baku IKN di University Club (UC) UGM Jogjakarta, Jumat (27/1). Basuki ingin agar lokasi proyek IKN tetap tertata dan higienis. Tujuannya juga untuk menjaga kesehatan dan kualitas para pekerja konstruksi IKN.

“Sehingga nanti tidak ada bedeng-bedang, enggak ada lagi misalnya kekumuhan warteg-warteg. Insyaallah bukan kita enggak boleh, bukan kita melarang, tidak memperhatikan tapi semua untuk higenis masuk ke dalam hunian dengan dapur-dapur umum yang lebih baik,” jelasnya ditemui di UC UGM Jogjakarta, Jumat (27/1).

Tower, lanjutnya, akan memiliki fasilitas yang lengkap. Tercatat dari 22 tower yang terencakan telah berdiri 12 tower. Rencananya akan dihuni secara bertahap mulai Februari hingga Maret 2023.

Basuki beranggapan keberadan tower akan menjaga kualitas kerja pekerja konstruksi. Ini karena lingkungan lebih terjaga higienitasnya. Sehingga akan berdampak pada kinerja konstruksi. 

“Semua masuk ke rusun, hunian pekerja. Jadi semua tertib, dengan disiplin kita ingin, ini sebenarnya di Migas sudah dilakukan lama tapi dikonstruksi sipil baru akan kita terapkan di IKN ini,” katanya.

Basuki menuturkan para pekerja akan membangun sejumlah fasilitas penting. Mulai dari Kantor Presiden dan Wakil Presiden, Kantor Menteri Koordinator, Kantor Menteri dan kantor pemerintahan yang lain. Adapula perumahan hingga tol jalan logistik.

“Intinya desain and build sudah ditanda tangani Desember 2022. Juga membangun intake pipa, instalasi penjernih air, instalasi penjernih air limbah, jembatan-jembatan yang ada di situ. Jadi semua pekerjaan dasar,” ujarnya (dwi)

Jogja Raya