RADAR JOGJA – Hari kedua pasca penangkapan terduga teroris Agus Wijayanto (AW), Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah bersama Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda DIJ mendatangi rumah AW kemarin (23/1). Mereka kembali melakukan penggeledahan untuk mencari tambahan barang bukti (BB). Hasilnya, bubuk menyerupai bahan peledak kembali ditemukan di kamar AW.

“Ditemukan lagi seperti bubuk peledak, di dalam bejana kendi di kamar terduga,” ungkap Dukuh Jetis Jogopaten Agus Suwardana saat dihubungi kemarin (23/1). Pada penggeledahan ini, Agus mengaku kembali menjadi saksi, menyertai petugas dalam pemeriksaan kediaman terduga di Padukuhan Jetis Jogopaten RT 4 RW 31, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman.

Selain bubuk mirip bahan peledak, di lokasi petugas juga menemukan alat swab residu yang digunakan untuk mendeteksi apakah serbuk tersebut kategori bahan peledak atau bukan. Selanjutnya, petugas hanya membawa sampel serbuk itu yang kemudian dimasukkan ke amplop. “Yang dibawa cuma sampelnya. Untuk kendinya tidak dibawa. Tapi saya tadi minta agar diamankan, karena itu sangat bahaya,” tambahnya.

Agus menyebutkan, pencarian barang bukti ini dilakukan oleh sembilan personel Tim Labfor Polda Jawa Tengah dan Tim Inafis Polda DIJ. Kemudian tiga lainnya, selain Agus sebagai dukuh, juga disaksikan oleh ketua RT 4 dan adik perempuan terduga.

Penggeledahan dimulai pukul 14.00 hingga 14.45. Penggeledahan menyasar kamar AW dan juga di ruangan belakang. Kendati begitu, ruang belakang nihil alias tak ditemukan BB. “Rata-rata barang ditemukan di kamarnya (AW),” ujarnya.

Adanya peristiwa ini di kampungnya, menurut Agus, masyarakat dapat bijaksana menyikapi. Sebab, salah satu warganya (terduga) sedang melenceng atau tergiur aliran atau ajaran yang tidak tepat. “Masyarakat welcome untuk menerima. Kami akan melakukan pembinaan,” ujarnya.

Dikatakan, sejauh ini hubungan keluarga, interaksi dengan warga di kampungnya masih seperti biasa. “Nggak ada pengecualian. Masih mancing bareng. Bahkan dalam waktu dekat akan ada jatilan satu kampung, dekat lokasi sini,” bebernya. (mel/laz)

Jogja Raya