RADAR JOGJA – Rumah Soekarno di Padukuhan Jembangan-Pundong RT 4, Tirtoadi, Mlati, diduga terdampak pembangunan jalan tol. Bagian dinding dan lantai dapur mengalami retak-retak.

Soekarno, 77, mengakui rumahnya memang sudah retak. Namun tak separah akhir-akhir ini sejak adanya pembangunan jalan tol. “Dulu retakannya ya ada, tapi kecil. Dan itu sudah ditambal, sekarang retakannya bertambah dan makin luas,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya Senin (23/1).

Disebutkan, retakan itu berada di sudut-sudut dinding bangunan 26 tahun lalu. Kemudian semakin parah sejak adanya pengeboran di proyek pembangunan jalan tol, tak jauh dari rumahnya. Getaran yang timbul akibat pengeboran proyek berdampak pada retakan itu. Perlahan demi perlahan retakan melebar.

“Kira-kira sekitar November-Desember 2022 lalu pengeboran itu dilakukan. Sama bapak sudah dibenerin pakai besi dan semen, tapi retak lagi dan semakin parah,” tambah istrinya, Hastiyah, 60, sembari menunjukkan lokasi retakan di dapurnya.

Rumah pasutri ini berlokasi tak jauh dari titik proyek tol. Tepatnya di selatan Selokan Mataram. Kira-kira berjarak kurang dari satu kilometer dari titik pembangunan tol.

Hastiyah menceritakan, awal dilakukan pengeboran proyektor sempat mengegerkan warga setempat. Sebab, dampak getarannya seperti gempa. Suaranya bergemuruh dan dinding turut bergetar. Kendati perlahan, warga menjadi terbiasa. “Namun yang kami khawatirkan itu kalau hujan deras. Takut dindingnya ambrol,” timpal Soekarno, purnawirawan TNI AL itu.

Terkait hal itu, dirinya telah menceritakan kepada dukuh setempat. Juga sudah dilakukan pengambilan gambar retakan dinding dan lantai rumahnya. Sejatinya secara bangunan, rumah Soekarno tidak terdampak. Melainkan hanya halaman rumahnya. Ya, dua kali terdampak.

Dari total luasan lahan 810 meter persegi, pada pembangunan tahap satu, halamannya terkena proyek tol seluas 21 meter persegi dan sudah terbayarkan pada 2021 lalu. Kemudian pasca dilakukan pelebaran tol, lahannya terpapras lagi sebanyak 87 meter persegi.

“Dulu sempat dilakukan pendataan. Informasinya yang dekat dengan tol dapat kompensasi. Tapi nggak tahu jadinya seperti apa. Belum ada kabar lagi,” tutur Soekarno.

Terpisah, Sekretaris Kalurahan Tirtoadi M Ridwan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan terkait rumah retak-retak milik warga akibat terdampak proyek tol. Beberapa warga sudah melapor di Padukuhan Sanggrahan. Kemudian di Jembangan tadi.

“Belum ada pendataan khusus. Tetapi, dulu pernah difoto sebelum ada pengerjaan (tol, Red) dan sekarang perubahan seperti apa, kami belum tahu,” ujar Ridwan.

Kendati begitu, pihak kalurahan berupaya menjembatani aduan warga itu kepada pihak penyelenggara tol atau pejabat pembuat komitmen (PPK) tol. “Kemarin sudah disampaikan ke penyelenggara. Terkait komitmen kompensasi ada. Tapi belum tahu lanjutnya. Intinya desa menjembatani. Teknis nanti melalui dukuh setempat,” tandasnya. (mel/laz)

Jogja Raya