RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Kota Jogja memastikan pemberian layanan kesehatan jiwa menyasar hingga fasilitas kesehatan di tingkatan rendah, yakni puskesmas. Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Jogja Iva Kusdiyarini menuturkan layanan psikolog juga bisa diakses. Biayanya sebesar Rp 7 ribu untuk sekali konsultasi.

Layanan ini, lanjutnya, bisa diakses layaknya mengakses layanan kesehatan lainnya di puskesmas. Konsultasi bersama psikolog di puskesmas juga menjadi langkah intervensi. Terutama atas temuan-temuan risiko masalah kejiwaan saat proses skrining.

“Kesehatan jiwa perlu dilakukan intervensi oleh teman-teman puskesmas. Sudah ada psikolog. Mereka yang turun dan melakukan intervensi baik secara individual maupun kelompok,” jelas Iva ditemui di Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Selasa (24/1).

Iva menyebut layanan psikolog di puskesmas tak hanya bisa diakses bagi penderita gangguan jiwa berat. Gangguan jiwa lainnya juga bisa terfasilitasi. Misalnya, gangguan kecemasan, kekhawatiran orang tua yang berlebihan, hingga layanan psikologis pranikah.

“Itu bisa konseling ke psikolog. Mungkin ibu-ibu yang mau menikah, melahirkan, atau pasca salin. Sekiranya mengalami kecemasan, itu juga bisa ke layanan psikolog. Di Kota Jogja layanan psikolog untuk ANC (antenatal care), pranikah, pasca salin sudah mulai berjalan,” katanya.

Psikolog Puskesmas Gondokusuman 1 Inggit Kartika Sari menjelaskan pihaknya juga berperan dalam melakukan skrining kesehatan jiwa di tingkatan sekolah. Upaya skrining ini biasanya dilakukan bersama dengan skrining kesehatan fisik dalam kegiatan UKS. Apabila ada temuan maka dirujuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas.

“Dari hasil skrining, nanti ketemu misalnya ada anak yang hiperaktif. Atau ada anak yang punya masalah emosional. Kalau hasil skrining di atas batas normal kami akan koordinasi dengan guru untuk dibawa ke puskesmas,” ujarnya. (isa/dwi)

Jogja Raya