RADAR JOGJA – Jogjakarta diserbu wisatawan selama libur Imlek 2023. Tercatat okupansi sejumlah hotel di Jogjakarta rata-rata mencapai 89 persen. Catatan tertinggi hunian berlangsung pada Sabtu (21/1).

Ketua DPD PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono menuturkan okupasi merata di seluruh kabupaten dan kota. Tepatnya hitungan libur akhir pekan Imlek 2023. Diawali dari Jumat (20/1) hingga Senin (23/1).

“Kalau tertinggi memang hanya hari Sabtu. Padahal long weekend. Kita bisa mencapai 89,8 hari Sabtu,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (23/1).

Berdasarkan data PHRI DIJ, hunian tertinggi didominasi oleh Kota Jogja dan Kabupaten Sleman. Tercatat okupansi kedua wilayah ini mencapai 90 persen. Data tertinggi ini terjadi pada Sabtu (21/1).

Memasuki Minggu (22/1), okupansi mulai turun. Catatannya mencapai 70 hingga 75 persen untuk seluruh kabupaten dan kota. Sementara untuk Senin (23/1) tercatat mencapai 40 persen untuk reservasi.

“Minggu turun hanya rata-rata 70 sampai 75 persen. Data Senin belum, tapi reservasi sudah, 40 persen. Pola wisatawan langsung datang sendiri ke hotel tidak melalui reservasi,” katanya.

Berdasarkan data ini, Deddy mengamini kondisi pariwisata di Jogjakarta mulai membaik. Terlihat sejak menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023.

“Hanya Sabtu saja, belum bisa mengalahkan di Nataru tanggal 20 Desember atau 31 Desember. Nataru mencapai 98 hampir 100 dan stabil. Terutama tanggal 24 dan 31, sempat turun tapi enggak tajem lalu meningkat lagi,” ujarnya. (Dwi)

Jogja Raya