RADAR JOGJA – Amanah dan kejujuran dipegang teguh oleh Sudaryanto. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai cleaning service Stasiun Tugu Jogjakarta ini menemukan uang tunai Rp 44.108.000 dan sebuah gawai. Tersimpan dalam sebuah tas selempang yang tertinggal di loket check in tiket, Sabtu (21/1).

Tanpa berpikir panjang, bapak dua anak ini langsung melaporkan temuan kepada pihak keamanan stasiun. Setelahnya diumumkan kepada penumpang yang merasa kehilangan tas tersebut. Berselang 40 menit, pemilik tas langsung menuju ruang keamanan.

“Saya itu ngepel depan ATM terus lihat ada tas di loket. Posisinya kosong saat itu. Tas langsung saya kasih ke satpam dan pos keamanan. Pas nemu ngga berani buka bukan milik saya,” jelasnya ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Minggu (22/1).

Pria yang sudah 10 tahun bekerja di Stasiun Tugu ini tak mengetahui tas berisikan uang tunai dan gawai. Dia baru tahu setelah satpam membuka tas di ruang keamanan. Terdiri dari uang pecahan Rp 100 ribu dalam beberapa bendel.

Dia menceritakan, tas dibuka disaksikan oleh 4 orang. Sudaryanto sempat kaget karena tas berisikan uang yang tidak sedikit. Namun dia senang karena akhirnya bisa kembali kepada pemiliknya.

“Isinya uang 40 juta, kalau saya ya kaget cuma bukan milik saya, punyanya orang, sudah dikembalikan pemiliknya sudah diambil,” katanya.

Sudaryanto menuturkan baru kali ini dia menemukan uang tertinggal. Hanya saja bukan kali pertama dia menemukan barang milik penumpang yang tertinggal. Sebelumnya dia pernah menemukan powerbank di rel kereta api.

“Baru ini, yang kayak gitu kalau kecil banyak dan langsung kasih ke keamanan. Satu bulanan lalu pernah nemu powerbank di rel dan kasih ke keamanan,” ujarnya.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Franoto Wibowo mengapresiasi kejujuran Sudaryanto. Terlebih dalam menjalankan amanah saat bertugas di Stasiun Tugu Jogjakarta. Segera mengembalikan atau melaporkan barang temuan di area stasiun.

Disatu sisi dia juga meminta para penumpang tidak lalai. Tetap menjaga setiap barang bawaannya masing-masing. Baik saat berada di stasiun maupun perjalanan di dalam kereta.

“Meskipun tingkat keamanan yang diberikan KAI Daop 6 sudah baik, penumpang harus tetap waspada dan fokus dalam menjaga barang bawaannya,” katanya.

Apabila merasa kehilangan, Franoto minta penumpang melaporkan kepada petugas. Baik kepada kondektur yang sedang berdinas di atas KA ataupun petugas pengamanan yang ada di stasiun. Selain itu dapat melalui Contact Center KAI 121.

Baru-baru ini pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2022/2023, Daop 6 juga telah melakukan pengembalian barang temuan kepada pemiliknya. Total ada sebanyak 21 barang hilang di area stasiun dan kereta. Adapun jenis barang tersebut diantaranya laptop, gawai, tablet, smartwatch, dompet dan lain-lain.

“Kami juga mengingatkan agar para pelanggan membawa barang secukupnya dan usahakan dalam satu tempat, misalnya koper atau ransel,” pesannya. (Dwi)

Jogja Raya