RADAR JOGJA – Pemkot Jogja telah meratakan bekas lapak PKL jalan Perwakilan Malioboro secara bertahap. Diawali sejak Sabtu pagi (21/1) dan terlihat berlanjut pada Minggu (22/1). Uniknya pemerataan lahan diawali dengan menjebol tembok sisi selatan Kantor DPRD DIJ.

Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi menuturkan tahapan ini adalah lanjutan pasca lapak kosong. Diketahui bahwa pihaknya memberi batas akhir hingga akhir 2022. Namun para PKL baru mengosongkan lahan pada pekan kedua 2023.

“Itu komitmen untuk segera meninggalkan tempat, pun selanjutnya nanti teman-teman PU Provinsi DIY yang akan menata kawasan itu,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (22/1).

Terkait skema pembongkaran, Sumadi menuturkan akan berjalan sesuai skenario. Diawali dengan meratakan seluruh bangunan bekas lapak PKL. Tepatnya dari ujung barang hingga pintu Selatan Kantor DPRD DIJ.

Setelahnya, bekas lapak tersebut akan dibangun taman. Tujuannya untuk memperindah kawasan pasca pembongkaran. Hanya saja penanggungjawabnya dari jajaran Pemprov DIJ.

“Nanti dibikin taman biar bagus lalu desainnya jadi satu dengan JPG (Jogja Planning Gallery),” katanya.

Terkait satu kesatuan dengan JPG, Sumadi belum bisa memastikan. Hanya saja dia menuturkan bahwa lokasi tersebut akan dibangun sebuah taman. Terkait sifatnya sementara atau menjadi awal desain JPG, adalah wewenang di Pemprov DIJ.

“Itu saya kira itu nanti mereka sudah merencanakan tidak usah diubah-rubah lah nanti jadi satu misalnya sudah ada namanya nanti tinggal ngembang ke utara kan gitu,” ujarnya.

Sumadi turut menjawab perubahan lokasi menjadi titik parkir liar. Pasca pembongkaran, sejumlah kendaraan terlihat parkir di jalan Perwakilan. Tak hanya kendaraan bermotor roda empat tapi juga roda dua.

Pekerja pembongkar bangunan juga sempat mengeluhkan keberadaan parkir liar tersebut. Terlebih lokasinya berdekatan dengan bangunan. Sehingga berisiko terkena dampak dari pembongkaran lapak PKL.

“Pinsip parkir itu kan harus ada izin dari Dinas Perhubungan, ya nanti mereka harus pokoknya harus izin lah yang jelas,” tegasnya. (Dwi)

Jogja Raya