RADAR JOGJA – Guna menekan angka inflasi usai terjadinya kenaikan harga BBM, Pemkot Jogja menggelar program tebus sembako murah di Kantor Kemantren Umbulharjo, Selasa (4/10). Total ada 2.800 paket sembako yang menyasar pada Keluarga Menuju Sejahtera (KMS) di Kemantren Umbulharjo dan Mergangsan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Setda Kota Jogja Raden Roro Andarini mengatakan, sembako dapat ditebus dengan harga Rp 25 ribu. Paket tersebut berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan total nilai Rp 50 ribu. “Jadi kami koordinasi dengan Dinsos dan wilayah kemantren. Kemarin didapatkan untuk KMS 3 itu sekitar 2.800, sehingga kami ambil semua untuk diberikan bantuan,” katanya saat ditemui di Kantor Kemantren Umbulharjo, Selasa (4/10).

Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi menjelaskan, ini merupakan upaya menekan angka inflasi. Dia mencatat angka inflasi di Kota Jogja masih di bawah angka rata-rata nasional. Pada bulan Agustus tepatnya sebelum terjadi kenaikan harga BBM, inflasi di Kota Jogja mencapai lebih dari 5 persen. Namun kini angka inflasi berada di angka 4,83 persen.

“Ada instruksi dari bapak gubernur untuk di bawah 5 persen. Alhamdulillah data kami yang terakhir sudah 4,83 persen. Untuk itu, kami melakukan pasar murah dan penyaluran bantuan-bantuan,” katanya.

Sumadi mengatakan, program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Bank BPD DIJ. Ini juga dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-266 Kota Jogja. Nantinya program tebus sembako murah juga akan digelar di kemantren-kemantren lainnya.

“Akan kami teruskan, memang kami prioritaskan pada 2 kemantren tadi. Kami tidak menghendaki adanya masyarakat-masyarakat yang tertinggal. Kita bantu semuanya, bagaimana mengentaskan kemiskinan yang ada di Kota Jogja,” ungkapnya.

Salah satu warga Warungboto Etik Setyo Rini mengaku sangat terbantu dengan adanya program tebus sembako murah. Dia merasakan tingginya harga bahan pokok di pasaran saat ini. Jika dibandingkan dengan membeli di luar, selisih harga terbilang cukup banyak. “Sangat membantu karena sekarang keadaan ekonomi sedang sulit,” ungkapnya. (isa/ila)

Jogja Raya