RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperoleh akses dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengunakan sebagian area Terminal Giwangan. Fasilitas yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk menampung bus wisata. Sebelumnya, Kemenhub meminta terminal tipe A ini untuk dikelola pemerintah pusat.

Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sumadi membeberkan, pemerintah pusat melalui Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meminta agar Terminal Giwangan diserahkan ke Kemenhub. Dengan maksud, akan dikelola pemerintah pusat. “Tapi kami bisa bernegosiasi. Alhamdulillah sebagian tanahnya nanti kami gunakan sebagai parkir wisata,” ujarnya dalam sebuah acara di Purbayan, Kotagede, Kota Jogja Jumat malam (5/8).

Sumadi berharap, melalui fasilitas yang diterima itu, Pemkot dapat melakukan penataan lalu lintas. Utamanya dalam menata bus wisata. “Karena di Kota Jogja, kalau long weekend itu, kami kedatangan lebih dari 500 bus ke Jogja,” ungkapnya.

Ia pun memprediksi rampungnya Tol Jogja-Solo pada 2024, akan menambah kepadatan lalu lintas di Jogja. Lantaran Jogja merupakan kota wisata dan arus lalu lintasnya dipermudah. “Itu akan lebih marak para tamu datang ke sini. Harus legawa, Sabtu-Minggu di rumah saja, daripada tambah macet,” guyonnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut Terminal Giwangan merupakan lokasi yang legendaris. Lantaran memiliki fungsi strategis bagi Jogja yang merupakan destinasi wisata. Oleh karenanya, pemerintah pusat ingin memfungsikan terminal bersama Pemkot Jogja.

Budi berharap, tidak ada perpecahan pengelolaan Terminal Giwangan, berdasar atas pemilikan Kemenhub dan Pemkot Jogja. Sebab itu justru akan menimbulkan duplikasi fungsi terminal.

Budi juga memuji bangunan Terminal Giwangan disebutnya cukup megah. Sehingga hanya diperlukan direnovasi tanpa pembangunan ulang untuk memaksimalkan fungsi terminal. Juga tidak diperlukan pembongkaran gedung guna memberikan lahan yang lebih luas bagi pembangunan gedung baru.

Selanjutnya Budi mengapresiasi usulan Pemkot Jogja, terkait keinginan Pemkot menata transportasi pariwisata. Menurut Budi, kolaborasi Kemenhub dan pemkot akan menciptakan one gate system melalui Terminal Giwangan. Sehingga terjadi integrasi antara angkutan kota, antarkota, dan pariwisata. “Jadi bus wisata masuk sini. Kemudian beralih ke angkutan perkotaan. Supaya orang bisa keliling Jogja,” jelasnya.

Ditegaskan, harus terjalin kolaborasi solid antara pemerintah pusat dan pemkot. Mengingat keduanya memiliki tujuan untuk melayani masyarakat. Sehingga seharusnya dapat dilakukan bersamaan, bukan berjalan masing-masing. “Kami tidak ingin, dana yang disalurkan di sini tidak dapat melayani masyarakat dengan baik,” Budi menekankan. (fat/bah)

Jogja Raya