RADAR JOGJA – Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan tak ada korban jiwa atas kericuhan suporter dengan warga. Pihaknya telah menginformasi ke sejumlah rumah sakit di Jogjakarta. Hasilnya tak ada korban meninggal dunia.

Pernyataan ini guna menjawab adanya pesan suara di aplikasi WhatsApp. Berupa suara seorang pria yang menyebutkan korban meninggal dunia akibat kericuhan suporter dengan warga. Tepatnya dirawat di RSUP dr. Sardjito.

“Ada voice note menyatakan ada korban meninggal atas peristiwa tadi siang sedang kita cari suara siapa ini,” tegasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (25/7).

Yulianto mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit di sekitar kawasan ricuh. Hasilnya tidak ada korban meninggal dunia akibat kericuhan tersebut. Baik di kawasan jalan Affandi maupun jalan Magelang, Jombor, Mlati.

Walau begitu, Yuliyanto membenarkan adanya kericuhan di dua lokasi tersebut. Tepatnya antara suporter dengan warga. Hanya saja seluruhnya kondusif dengan pengamanan dari polisi.

“Sekitar jam 16.00 tadi ada keributan terjadi di beberap tempat di wilayah Jogjakarta. Ada di jalan Gejayan kemudian di Jombor dan kemudian beredar informasi bahwa ada suporter yang meninggal bisa kami pastikan informasi tidak benar,” tegasnya.

Dia mememinta seluruh pihak bertindak bijak. Terutama suporter sepakbola dari Solo maupun Jogjakarta. Agar tak ada kericuhan ulang di kemudian harinya.

“Kami imbau kepada suporter bola baik dari Solo maupun yang ada di Jogja untuk tidak melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum, perbuatan yang melanggar aturan hukum. Mari sama-sama menjaga situasi supaya pertandingan bola ini dimanapun pertandingannya bisa dinikmati dengan nyaman,” ujarnya. (Dwi)

Jogja Raya