RADAR JOGJA – Fransiska Chandra Novitasari alias Siskaeee, terpidana kasus pornografi dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo, menghirup udara bebas. Siskaeee bebas bersyarat dan bebas lebih cepat.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Yogyakarta Ade Agustina mengatakan, Siskaeee bebas bersyarat sejak Selasa (19/7). Dia keluar lapas dijemput dua temannya yang selama ini ikut membantu selama proses hukum.

Siskaeee seharusnya  baru keluar di akhir tahun mendatang. Seperti diketahui majelis hakim memvonis bersalah dan menjatuhi hukuman sepuluh bulan penjara. Selain itu, dia diganjar denda sebesar Rp 250 juta.
“Pada awalnya tidak akan membayar. Tapi akhirnya dibayar, sehingga tidak perlu menjalani hukuman tambahan selama tiga bulan,” kata Ade Agustina Jumat (22/7).

Dia menjelaskan, secara persyaratan, Siskaeee telah memenuhi syarat bebas bersyarat karena telah menjalani masa hukuman lebih dari separuh yang dijatuhkan majelis hakim. Terpidana selama ini juga mengikuti program asimilasi rumah oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.”Ada yang menjamin pada saat mengikuti program itu,” ujarnya.

Program asimilasi rumah, kata dia, untuk antisipasi persebaran virus korona di lapas. Tujuan lainnya, agar over kapasitas maupun over anggaran bisa ditekan karena untuk kebutuhan hidup bisa berkurang.
“Mungkin di wilayah DIJ tidak begitu dampak karena belum over kapasitas. Tapi, di daerah yang napinya penuh maka bisa terasa,” ungkapnya. (gun/din)

Jogja Raya