RADAR JOGJA – Dalam laporan Startup Ranking tahun 2022, Indonesia menjadi 10 besar negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau startup terbanyak di dunia. Tercatat, 2.346 startup dalam negeri, yang menempatkan Indonesia di urutan kelima terbanyak di dunia. Startup asal Indonesia juga menjadi yang terbanyak di Asia Tenggara.

Sedang Jogjakarta, menurut data Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), berada di urutan ke-5, setelah Malang dengan 115 startup, Bandung 93 startup, dan Jogjakarta 85 startup.

Salah satu startup yang lahir di Kota Budaya ini adalah Hobikoe. Startup yang digawangi PT. Djaya Dipa Indonesia ini telah resmi berhukum dan peraturan perundang-undangan negara kesatuan republik Indonesia, berdasarkan akta Nomor 4 tanggal 3 November 2020 dan telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Keputusan Nomor AHU- 0063774.AH.01.01 Tahun 2020.

Didirikan oleh Mukhammad Washar Wasesa atau yang akrab disapa Wesa, Hobikoe memiliki misi menjadi satu-satunya media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia. Caranya dengan mmbangun kolaborasi pecinta barang antik se-Indonesia, membangun basis data kolektor dan koleksi barang antik seluruh Indonesia.

“Menjadi de-facto penguasa media transaksi barang seni, koleksi dan antik se Indonesia Go international dan ekspansi ke Asia,” jelasnya, Jumat (1/7).

Lelaki kelahiran Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, 23 Juli 1983, yang mulai hijrah ke Jogjakata pada tahun 2006 ini, ingin menggabungkan hobby dengan bisnis berbasis teknologi.

Sebagai Ketua Indonesia Antique Community, sebuah komunitas yang menaungi banyak komunitas jual beli barang antik dan Ketua Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) Jawa Tengah dan DIJ dengan sekitar 35 jenis koleksi barang antik, Wesa, CEO Founder Hobikoe, sukses mengemas platform aplikasi jual beli barang antik dan Hobi bagi collectors dan komunitas pecinta barang seni, antik dan barang koleksi lainnya.

“Platform digital ini satu- satunya di e-commerce Indonesia menawarkan berbagai jasa dan memfasilitasi berbagai bentuk transaksi antara para anggotanya,” katanya.

Bahkan Hobikoe telah membukukan pendapatan sebesar Rp 1 Miliar dalam setahun dengan nilai pertumbuhan google analitik yang naik 15 persen.

Percaya diri dengan jumlah pengunduh aplikasi mencapai 5.000, Hobikoe, hadir sebagai media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia. Dengan arah pengguna transaksi mata uang digital, Blokchain, NFT- Super collector dunia.

“Adapula Galery Seni dan koleksi Indonesia dan Asia, Pasar barang antik Indonesia dan Asia, Gallery barang antik Indonesia dan Asia, Rumah lelang barang antik Indonesia dan Asia, Pegadaian barang antik, koleksi dan seni Indonesia dan Asia,” ujarnya.

Sebagai pengusaha yang sudah telah merasakan aral melintang di dunia bisnis, Wesa secara jeli melihat potensi atau ruang penjualan online ini sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan dunia hobby. Khususnya bagaimana para pengguna terlayani oleh Collection Management System, Solusi Cloud Collection Management System yang aman dan terenkripsi.

“Kedepannya melalui platform ini, akan diciptakan iklim dan system Lelang dengan management yang mumpuni seperti kurasi, Appraisal, Trading and Auction, Layanan Uang Digital, NFT dan Blokchain dengan misi mengubah lanskap pembayaran yang pernah terjadi sebelumnya,” katanya. (Obi/Dwi)

Jogja Raya