RADAR JOGJA – Meski sudah berstatus PPKM Level 1, masyarakat tetap perlu waspada sebaran Covid-19. Terlebih akhir pekan yang selalu menarik wisatawan luar daerah berkunjung ke Jogja.

Sekretaris Porvinsi (Sekprov) DIJ, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan masyarakat masih perlu waspada. Kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 di DIJ masih ada. Terlebih momentum akhir pekan, dimana Jogja selalu tak luput dari kerumunan wisatawan yang memilih Jogja sebagai destinasi liburannya. “Kekhawatiran itu masih tetap ada terkait lonjakan Covid-19. Kami tetap khawatir karena kehadiran mereka menimbulkan kerumunan,” katanya di Kompleks Kepatihan Jumat (1/7).

Aji menjelaskan kapasitas hotel sudah tak dibatasi lagi. Ini berpengaruh juga terhadap wisatawan ingin berkunjung ke Jogja. Setelah sebelumnya ada pembatasan-pembatasan yang mengatur. Pun akhir-akhir ini diklaim telah banyak agenda meeting cukup banyak di Jogja. “Ada yang berwisata dan paket-paket meeting di Jogja cukup banyak,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini yang perlu dijaga adalah kaitannya dengan pengamanan Covid-19. Meskipun sudah menyandang status level 1 di DIJ, protokol kesehatan (prokes) tidak boleh kendor. “Karena justru dikerumunan-kerumunan itu yang sering tidak kita duga. Dulu itu kan andil terhadap jumlah positif kita dari skrining perjalanan cukup banyak, sekarang sudah tidak diwajibkan,” jelasnya.
Sejauh ini penemuan kasus positif diperoleh dari hasil periksa mandiri, tracing atau penelusuran kontak erat dengan pasien positif, serta skrining Covid-19.

Skrining penanganan Covid-19 akan terus berlanjut. Selain diselenggarakan di sekolahan seperti pada beberapa waktu lalu, kini juga menyasar tempat-tempat publik yang ramai dikunjungi orang. “Skrining terus kami lakukan secara acak saja di beberapa tempat. Seperti di Teras Malioboro kita sampel beberapa hari sekali,” terangnya.

Aji tak menampik, jumlah orang yang terinfeksi virus korona bertambah karena pemerintah sudah melonggarkan mobilitas masyarakat. Sehingga mereka yang bepergian tidak perlu melakukan tes antigen maupun PCR. Karenanya, pelaksanaan tes Covid-19 secara acak perlu dilakukan. “Kami ini kaitannya dengan penanganan Covid-19. Walaupun sudah level 1, kita tidak boleh kendor terhadap prokes. Karena justru nanti di kerumunan itu memunculkan hal-hal yang kita tidak duga,” tambahnya.

Menurut data harian Covid-19, sepekan terakhir kasus masih fluktuatif. Per 1 Juli, wilayah DIJ terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 12 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi positif menjadi 220.976 kasus. Distribusi kasus terbanyak ialah kabupaten Sleman sebanyak 9 kasus. Disusul Kota Jogja 2 kasus, dan Bantul 1 kasus. (wia/bah)

Jogja Raya